- Rupiah melemah pada akhir pekan (13/2/2026), bergerak di level Rp16.823 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Pelemahan rupiah disebabkan sentimen global, utamanya dolar AS mengalami *rebound* dan sentimen *risk off* pasar ekuitas.
- Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, sementara indeks dolar tercatat naik menjadi 96,98.
Suara.com - Nilai tukar rupiah belum bisa bangkit terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan akhir pekan (13/2/2026).
Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.823 per dolar AS. Mata uang lokal pun melemah 0,05 persen dibandingkan penutupan Kamis (12/2) ada di level Rp16.828.
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.844. Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen global. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan dolar mengalami rebound.
"Rupiah melemah di tengah sentimen risk off di pasar ekuitas," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menyarankan, fokus pemerintah yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya mengenai rencana pemangkasan suku bunga BI yang bisa mendongrak ekonomi.
"Fokus pemerintah yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang dimana meningkatkan harapan pada pemangkasan suku bunga BI masih terus membebani untuk kedepannya," jelasnya.
Di Asia, mayoritas mata uang kompak melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam yakni 0,26 persen, disusul won Korea yang melemah 0,23 persen. Lalu, rupee India melemah 0,10 persen, dolar Taiwan melemah 0,09 persen.
Diiktuti, baht Thailand melemah 0,08%, yuan China melemah 0,07 persen dan dolar Singapura melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS siang ini. Peso Filipina menguat 0,22 persen. Lalu, ringgit Malaysia menguat 0,08 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,003 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Masih Lemas, Dolar AS Naik ke Level Rp16.849
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 96,98, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,92.
Berita Terkait
-
Berlawanan IHSG, Rupiah Justru Berjaya di Senin Pagi
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya
-
Meski IHSG Rebound, Rupiah Justru Ambles ke Level Rp 16,797 Pagi Ini
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun