Bisnis / Energi
Selasa, 03 Februari 2026 | 20:45 WIB
Danantara akan segera membangun pabrik bioetanol di Banyuwangi, Jawa Timur. [Ilustrasi/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Danantara mematangkan pembangunan pabrik bioetanol di PG Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.
  • Kunjungan kerja melibatkan Danantara, PT SGN, dan Pertamina NRE untuk menyelaraskan rencana strategis proyek bioetanol tersebut.
  • Proyek ini bertujuan mendorong kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan berkelanjutan sumber daya pertanian tebu di dalam negeri.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara mematangkan persiapan pelaksanaan pembangunan pabrik bioetanol di PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) unit PG Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Director of Plantation & Agriculture Danantara M Abdul Ghani melaksanakan kunjungan kerja ke Banyuwangi untuk memastikan kesiapan lokasi serta menyelaraskan langkah strategis antarpemangku kepentingan.

“Pembangunan pabrik bioetanol memiliki peran strategis dalam mendukung agenda transisi energi nasional,” kata Abdul Ghani di Surabaya, Selasa (3/2/2026).

Kunjungan kerja itu didampingi oleh Direktur Utama PT SGN Mahmudi, Direktur Strategic Sustainability PT SGN, serta diikuti oleh perwakilan Pertamina New & Renewable Energy (NRE).

Dalam kesempatan itu, para pihak melakukan diskusi terkait rencana pelaksanaan peletakan batu pertama, tahapan pembangunan pabrik, serta peran dan kontribusi masing-masing pihak dalam mendukung kelancaran proyek pabrik bioetanol.

Sinergi antara Danantara, PT SGN, dan Pertamina NRE diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek secara terukur dan berkelanjutan.

Ia mengatakan pabrik bioetanol tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur melainkan bagian dari upaya mendorong kemandirian energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya pertanian yang berkelanjutan.

Pembangunan pabrik bioetanol di Banyuwangi merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung program transisi energi nasional, pengurangan emisi karbon, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya pertanian dalam negeri.

“Kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujar dia.

Baca Juga: Bisa Kurangi Ketergantungan Impor, Mengapa Bioetanol Masih Belum Juga Jadi Solusi?

Sementara itu, Direktur Utama PT SGN Mahmudi menegaskan kesiapan dan komitmennya dalam mendukung pengembangan bioetanol berbasis tebu mulai dari bahan baku hingga penguatan ekosistem industri berbasis pertanian.

Terlebih, menurut dia, proyek itu sejalan dengan transformasi industri gula nasional serta upaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Proyek ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas tebu sekaligus memperkuat ekosistem energi baru dan terbarukan berbasis pertanian,” kata Mahmudi.

Selain meninjau lokasi rencana pembangunan pabrik, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke Kebun Kalitelepak dan Kebun Banyuwangi Raya untuk melihat secara langsung kondisi pertanaman tebu sebagai bahan baku utama bioetanol.

Kunjungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sektor hulu sekaligus menilai potensi dan keberlanjutan pasokan bahan baku berbasis pertanian.

Load More