- Harga emas Antam 1 gram pada 17 Februari 2026 tercatat Rp 2.918.000, turun Rp 22.000 dari hari sebelumnya.
- Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 22.000 dari harga pekan sebelumnya.
- Harga emas dunia melemah tipis di tengah penantian data ekonomi AS dan sentimen ketegangan geopolitik antara Iran-AS.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 17 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.918.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu lagi-lagi merosot Rp 22.000 dibandingkan hari Senin, 16 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.706.000 per gram.
Harga buyback itu juga melorot Rp 22.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.512.773
- Emas 1 Gram Rp 2.925.295
- Emas 2 gram Rp 5.790.440
- Emas 3 gram Rp 8.660.598
- Emas 5 gram Rp 14.400.913
- Emas 10 gram Rp 28.746.668
- Emas 25 gram Rp 71.740.905
- Emas 50 gram Rp 143.402.613
- Emas 100 gram Rp 286.727.030
- Emas 250 gram Rp 716.551.913
- Emas 500 gram Rp 1.432.893.913
- Emas 1.000 gram Rp 2.865.746.500
Harga Emas Dunia Loyo
Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (Asia), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Berdasarkan laporan FXStreet, harga emas (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran USD 4.930 per troy ounce, turun hampir 0,7 persen saat penulisan.
Tekanan terhadap logam mulia ini terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif tipis akibat libur pasar di China, Hong Kong, serta sejumlah negara Asia lainnya.
Baca Juga: Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan
Meski demikian, penurunan emas berpotensi terbatas. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk Januari yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dapat memangkas suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 basis poin pada akhir tahun ini.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 52 persen untuk penurunan suku bunga 25 basis poin pada Juni, serta 44 persen pada Juli.
Investor saat ini menanti sejumlah data penting, mulai dari Risalah Rapat The Fed, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, hingga indeks harga PCE inti—indikator inflasi pilihan The Fed—yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Data tersebut dinilai krusial untuk memberikan gambaran lebih jelas terkait arah kebijakan moneter ke depan.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang solid. Nonfarm Payrolls (NFP) Januari mencatat pertumbuhan terkuat dalam lebih dari satu tahun, sementara tingkat pengangguran secara tak terduga sedikit menurun. Kondisi ini menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil.
Namun, tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) masih bertahan di kisaran mendekati 3 persen, lebih tinggi dari target inflasi The Fed sebesar 2 persen. Proses disinflasi pun dinilai berjalan tidak merata sejak pertengahan 2025.
Sentimen geopolitik turut menjadi faktor penopang harga emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menjelang putaran kedua pembicaraan.
Teheran melakukan latihan maritim di Selat Hormuz pada Senin, setelah Washington mengerahkan kapal induk kedua ke kawasan tersebut.
Selain itu, pembicaraan yang dipimpin AS antara Rusia dan Ukraina juga dijadwalkan berlangsung Selasa ini. Meski begitu, pasar masih meragukan adanya terobosan diplomatik signifikan dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Transisi Energi Tak Cuma Proyek Jumbo, Kini Startup Energi Hijau Ikut Tancap Gas
-
PLN Bangun SPKLU dengan Teknologi Canggih di Gading Serpong
-
Tips Investasi Keuangan saat Shio Kuda Api, Simak di Sini
-
Viral Nasabah Susah Narik Uangnya di Tabungan, BCA Digital Buka Suara
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan