Bisnis / Keuangan
Selasa, 17 Februari 2026 | 10:12 WIB
Warga mengantri memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Harga emas Antam 1 gram pada 17 Februari 2026 tercatat Rp 2.918.000, turun Rp 22.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penurunan sebesar Rp 22.000 dari harga pekan sebelumnya.
  • Harga emas dunia melemah tipis di tengah penantian data ekonomi AS dan sentimen ketegangan geopolitik antara Iran-AS.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 17 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.918.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu lagi-lagi merosot Rp 22.000 dibandingkan hari Senin, 16 Februari 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.706.000 per gram.

Harga buyback itu juga melorot Rp 22.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Pramuniaga menunjukkan emas di Galeri 24 Pegadaian Area Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (17/4/2025). [ANTARA FOTO/Khalis Surry/nym]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.512.773
  • Emas 1 Gram Rp 2.925.295
  • Emas 2 gram Rp 5.790.440
  • Emas 3 gram Rp 8.660.598
  • Emas 5 gram Rp 14.400.913
  • Emas 10 gram Rp 28.746.668
  • Emas 25 gram Rp 71.740.905
  • Emas 50 gram Rp 143.402.613
  • Emas 100 gram Rp 286.727.030
  • Emas 250 gram Rp 716.551.913
  • Emas 500 gram Rp 1.432.893.913
  • Emas 1.000 gram Rp 2.865.746.500

Harga Emas Dunia Loyo

Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa (Asia), memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Berdasarkan laporan FXStreet, harga emas (XAU/USD) diperdagangkan di kisaran USD 4.930 per troy ounce, turun hampir 0,7 persen saat penulisan.

Tekanan terhadap logam mulia ini terjadi di tengah volume perdagangan yang relatif tipis akibat libur pasar di China, Hong Kong, serta sejumlah negara Asia lainnya.

Baca Juga: Harga Emas Mulai Tekan Para Pengusaha Perhiasan

Meski demikian, penurunan emas berpotensi terbatas. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) untuk Januari yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), dapat memangkas suku bunga sebanyak dua kali masing-masing 25 basis poin pada akhir tahun ini.

Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 52 persen untuk penurunan suku bunga 25 basis poin pada Juni, serta 44 persen pada Juli.

Investor saat ini menanti sejumlah data penting, mulai dari Risalah Rapat The Fed, Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV, hingga indeks harga PCE inti—indikator inflasi pilihan The Fed—yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Data tersebut dinilai krusial untuk memberikan gambaran lebih jelas terkait arah kebijakan moneter ke depan.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang solid. Nonfarm Payrolls (NFP) Januari mencatat pertumbuhan terkuat dalam lebih dari satu tahun, sementara tingkat pengangguran secara tak terduga sedikit menurun. Kondisi ini menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil.

Namun, tekanan inflasi belum sepenuhnya mereda. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) masih bertahan di kisaran mendekati 3 persen, lebih tinggi dari target inflasi The Fed sebesar 2 persen. Proses disinflasi pun dinilai berjalan tidak merata sejak pertengahan 2025.

Sentimen geopolitik turut menjadi faktor penopang harga emas sebagai aset safe-haven. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat menjelang putaran kedua pembicaraan.

Teheran melakukan latihan maritim di Selat Hormuz pada Senin, setelah Washington mengerahkan kapal induk kedua ke kawasan tersebut.

Selain itu, pembicaraan yang dipimpin AS antara Rusia dan Ukraina juga dijadwalkan berlangsung Selasa ini. Meski begitu, pasar masih meragukan adanya terobosan diplomatik signifikan dalam waktu dekat.

Load More