- Menteri Keuangan Purbaya meragukan klaim bahwa industri busana muslim syariah Indonesia adalah yang terbesar di dunia saat ini.
- Purbaya mengungkapkan bahwa 99 persen produk busana muslim di pasar dalam negeri dikuasai oleh produsen dari Tiongkok.
- Pemerintah berencana memberikan insentif serta mendorong pembentukan asosiasi untuk meningkatkan penguasaan pasar busana muslim lokal.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa miris dengan stigma industri syariah Indonesia, khususnya busana muslim, dianggap terbesar di dunia. Padahal kenyataannya tidak.
"Ada informasi bahwa, industri syariah kita, baju ya, terbesar di dunia. Ya kalau iya saya syukur, tapi kayaknya enggak begitu," kata Purbaya di acara Sharia Ekonomi Forum 2026, dikutip Selasa (16/2/2026).
Menkeu Purbaya bercerita kalau dirinya pernah datang ke pameran busana muslim yang digelar Bank Indonesia (BI). Ia sempat kagum dengan baju-baju syariah yang dipamerkan dalam acara tersebut.
Namun di pameran itu, ia mendapatkan laporan bahwa kenyataannya 99 persen baju-baju muslim dikuasai oleh produsen China, bukan Indonesia. Ia menduga kalau masuknya produk impor China ilegal itu juga karena ulah oknum pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu.
"Jadi mungkin dari China masuknya sebagian juga ilegal, karena orang Bea Cukai saya mungkin lalai," lanjutnya.
Maka dari itu Purbaya ingin melindungi pasar domestik agar produk buatan dalam negeri, khususnya busana muslim lokal, bisa menguasai pasar.
Ia juga meminta para pengusaha ekonomi syariah untuk menciptakan iklim usaha yang baik mulai dari manajemen dan finansial agar mereka bisa menguasai pasar domestik. Bendahara Negara juga menyarankan para pelaku usaha untuk membentuk asosiasi ekonomi syariah.
"Pasar muslim besar, dan lain-lain. Cuma kalau kita lihat kondisi dalam negeri, agak memprihatinkan. Enggak ada kan? (Pemimpin asosiasi ekonomi syariah). Nah itu agenda besar, tapi pemimpinnya saja enggak ada, imamnya enggak ada dalam bisnis syariah. Jadi kita mesti serius memperbaiki itu," beber dia.
Purbaya lalu menyayangkan kenapa pengusaha lokal justru tidak menguasai pasar busana muslim, padahal Indonesia memiliki banyak umat Islam. Maka dari itu dia siap memberikan insentif apabila diperlukan.
Baca Juga: Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai
"Kita tahu pasar kita besar. Orang islam makin lama makin banyak jumlahnya. Tapi kita tidak menguasai kapasitas produksi maupun keahlian dalam mengembangkan bisnis yang berbasis syariah. Saya sih mengundang teman-teman untuk membuat strategi kebijakan apa. Nanti diskusi dengan teman-teman di Kementerian Keuangan. Kalau bisa ada insentif yang kita berikan, kita akan berikan. Tapi diskusinya yang benar-benar ya," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Toko Tiffany & Co Disegel Purbaya: Barang Selundupan Spanyol, Ada Kongkalikong Bea Cukai
-
Purbaya ke Fresh Graduate: Jangan Khawatir Lapangan Kerja, Ekonomi Sehat hingga 2033
-
Purbaya Kebut Belanja Pemerintah Awal 2026: MBG Rp 62 T, THR ASN Rp 55 T, Bencana Sumatra Rp 6 T
-
Kisah Lung Lung Sang Peramal di Sudut Glodok: Membaca Waktu dan Harapan
-
Live Streaming: Kemeriahan Tahun Baru Imlek dari Petak Sembilan
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China