Bisnis / Makro
Rabu, 18 Februari 2026 | 11:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump di KTT Perdamaian (dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto dan Donald Trump akan menandatangani pakta perdagangan ART pada 19 Februari 2026 di Washington DC.
  • Kesepakatan ini menurunkan tarif bea masuk produk Indonesia menjadi 19% dan membuka penuh pasar RI bagi produk Amerika Serikat.
  • Indonesia berkomitmen membeli energi US$15 miliar serta memberi akses setara bagi AS pada sektor mineral kritis Indonesia.

Suara.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS, Donald Trump, pada Kamis, 19 Februari 2026, untuk menandatangani pakta perdagangan timbal balik bertajuk Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Pertemuan ini melibatkan komitmen nilai transaksi jumbo serta penyesuaian tarif bea masuk yang akan berdampak langsung pada daya saing produk lokal di pasar global.

Berikut adalah fakta-fakta runut di balik kesepakatan bersejarah tersebut:

1. Jadwal dan Lokasi Penandatanganan

Penandatanganan pakta ART akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat di Washington DC.

Presiden Prabowo sendiri telah tiba di Pangkalan Militer Andrews sejak Selasa (17/02) dengan membawa misi penguatan kerja sama ekonomi dan investasi bilateral.

2. Penurunan Bea Masuk Produk RI: Dari 32% ke 19%

Salah satu poin krusial dalam perjanjian ini adalah penyesuaian tarif bea masuk untuk produk Indonesia yang masuk ke pasar AS. Sebelumnya, pemerintah AS di bawah kebijakan Trump sempat menetapkan tarif sebesar 32%.

Melalui rangkaian negosiasi, tarif tersebut berhasil ditekan menjadi 19%. Meski turun signifikan, angka ini dinilai masih menantang dibandingkan tarif negara Asia lainnya.

Baca Juga: Emil Audero Raja Penyelamatan Serie A 2026 Gusur Kiper Inter Milan dan AC Milan Sekaligus

3. Ambisi Tarif 0% untuk Komoditas Unggulan

Pemerintah Indonesia tetap memperjuangkan tarif 0% untuk produk yang tidak diproduksi oleh AS namun sangat dibutuhkan di sana. Komoditas tersebut meliputi:

Kelapa sawit, kakao, kopi, teh, dan karet.

Produk agro dan mineral tertentu.

Komponen rantai pasok industri medis dan suku cadang pesawat terbang.

4. Akses Pasar Penuh untuk Produk Amerika

Load More