- Pada Rabu (18/2/2026), saham DEWA menguat 4,84% menjadi Rp645, menunjukkan pemulihan teknikal solid setelah pelemahan bulanan.
- BNI Sekuritas merekomendasikan strategi beli jika harga saham konsisten bertahan di atas level Rp620, dengan target terdekat Rp660.
- Meskipun menguat mingguan, saham DEWA masih mencatat pelemahan 18,95% dalam sebulan terakhir, investor perlu disiplin batas risiko di bawah Rp600.
Suara.com - Pergerakan harga saham emiten kontraktor pertambangan, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), cukup menarik diikuti pada sesi perdagangan tengah pekan ini.
Saham yang tergabung dalam ekosistem Grup Bakrie ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal yang cukup solid setelah sempat mengalami tekanan dalam satu bulan terakhir.
Berdasarkan pantauan pasar pada Rabu (18/2/2026), saham DEWA bergerak aktif di level Rp645. Angka tersebut merepresentasikan penguatan yang cukup signifikan, yakni sekitar 4,84% dibandingkan dengan harga pembukaan pada hari yang sama.
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam riset terbarunya memproyeksikan adanya potensi penguatan lanjutan. Secara teknikal, saham ini telah berhasil keluar dari zona konsolidasi bawah dan sedang menguji level psikologis baru.
BNI Sekuritas merekomendasikan strategi "Buy if Break 620". Artinya, investor disarankan untuk mulai masuk atau menambah posisi jika harga saham berhasil bertahan di atas level Rp620 secara konsisten.
Berikut adalah panduan teknis untuk memaksimalkan keuntungan pada saham DEWA:
- Target Harga Terdekat: Analis mematok target kenaikan pada kisaran Rp640 hingga Rp660. Level ini merupakan titik resistance (batas atas) yang harus ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren penguatan (bullish).
- Area Pembelian: Investor dapat mencermati area Rp620 sebagai titik masuk yang strategis.
- Batasan Risiko (Stop Loss): Untuk meminimalisir potensi kerugian apabila arah pasar berbalik, pemodal disarankan melakukan cut loss jika harga melorot di bawah level Rp600.
Sejak bel pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, DEWA sudah menunjukkan taringnya dengan apresiasi awal sebesar 2,42% ke posisi Rp635, sebelum akhirnya terus merangkak naik ke level Rp645.
Jika menilik ke belakang, perjalanan harga DEWA cukup fluktuatif namun mulai menunjukkan perbaikan jangka pendek. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, saham ini tercatat telah menguat sebesar 9,73%.
Namun, jika ditarik dalam rentang satu bulan, performa DEWA masih membukukan rapor merah dengan pelemahan mencapai 18,95%. Begitu pula dengan kinerja year-to-date (YTD) yang masih mencatatkan penurunan sebesar 7,46%.
Baca Juga: Heboh! Nagita Slavina Bidik Saham VISI, Bosnya Bilang Lagi Tahap Nego
Kondisi harga yang sudah terdiskon cukup dalam pada bulan lalu nampaknya mulai dimanfaatkan oleh investor institusi. Hal ini terlihat dari data perdagangan Jumat (13/2/2026) yang mencatatkan aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing senilai Rp3,16 miliar.
Secara fundamental, kenaikan DEWA hari ini didukung oleh volume perdagangan yang cukup stabil. Pergerakan di atas Rp620 mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai jenuh dan pembeli mulai mendominasi pasar.
Target di Rp660 merupakan level kunci; jika level ini ditembus dengan volume yang kuat, bukan tidak mungkin DEWA akan menguji level harga yang lebih tinggi untuk menutup celah (gap) penurunan bulan lalu.
Namun, investor perlu tetap waspada terhadap volatilitas sektor pertambangan yang sangat bergantung pada harga komoditas global dan sentimen makroekonomi.
Penurunan di bawah level Rp600 harus diwaspadai sebagai tanda pembatalan skenario rebound, sehingga disiplin dalam menerapkan batas cut loss menjadi kunci utama dalam menjaga portofolio tetap sehat.
DISCLAIMER: Investasi di pasar modal, termasuk saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), memiliki risiko fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, kondisi industri, dan kebijakan ekonomi makro. Artikel ini disusun untuk tujuan informasi berita dan edukasi, bukan merupakan perintah beli atau jual.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
10 Fakta Kesepakatan Prabowo dan Trump: Barang AS Bebas Masuk Indonesia, Tarif 0 Persen!
-
Bumi Resources Minerals Buka Suara Lahan Tambang Emas di Segel Satgas PKH
-
Jelang Ramadan, Harga Pangan Nasional Cabai Rawit Merah Tembus Rp75 ribu
-
Ahli Feng Shui Ungkap Bisnis yang Gemilang di Tahun Kuda Api
-
RMKE Torehkan Pertumbuhan Eksponensial di Awal 2026
-
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, BI Bilang Begini
-
Pendapatan Jaya Ancol Turun 11,11 Persen Jadi Rp1,12 Triliun
-
5 Fakta Stock Split DSSA: Rasio 1:25 hingga Target Saham
-
Emas Dunia Terkoreksi Tajam, Ini Penyebabnya
-
Askrindo dan IFG Sediakan Ribuan Tiket Mudik Gratis dari Pulau Jawa Hingga Sumatra