- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,43 persen pada Kamis, 19 Februari 2026, dipicu tekanan nilai tukar rupiah.
- Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran investor atas kondisi fiskal Indonesia dan potensi penurunan peringkat dari lembaga.
- Investor akan mencermati data transaksi berjalan kuartal IV 2025 dan rencana kesepakatan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir memerah pada perdagangan, Kamis, 19 Februari 2026. IHSG terkoreksi 0,43 persen ke level 8.274, setelah sempat menguat hingga 8.376 pada sesi pertama perdagangan.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG ini di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang masih berlanjut.
Rupiah juga ditutup melemah di level Rp16.894 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia serta potensi penurunan peringkat ekuitas dan kredit oleh MSCI dan Moody’s.
Secara sektoral, sektor teknologi mencatatkan koreksi terdalam, sementara sektor basic materials menjadi penopang dengan penguatan terbesar.
Dari sisi teknikal, Phintraco mencatat adanya pelebaran histogram positif pada indikator MACD dan Stochastic RSI yang mulai mengarah ke area overbought. Namun, peningkatan volume jual menjadi sinyal kehati-hatian.
Investor selanjutnya akan mencermati rilis data transaksi berjalan (Current Account) kuartal IV 2025 yang diperkirakan mencatat surplus US$2 miliar, turun dari surplus US$4 miliar pada kuartal sebelumnya.
Sentimen eksternal juga datang dari rencana penandatanganan kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kerangka negosiasi mencakup tarif 19 persen untuk ekspor Indonesia ke AS, pembebasan tarif bagi ekspor AS ke Indonesia, pelonggaran syarat TKDN untuk produk AS, hingga komitmen di sektor digital dan data pribadi.
Indonesia juga disebut akan menghapus larangan ekspor komoditas ke AS, termasuk mineral penting, serta meningkatkan impor dari Negeri Paman Sam.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya
Pada perdagangan pada Sesi I, sebanyak 49,50 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 26,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,24 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 341 saham bergerak naik, sedangkan 284 saham mengalami penurunan, dan 233 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, KOCI, BBRC, SOTS, RMKO, SKBM, NATO, ASHA, NSSS, PART, HDIT, ASPR.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SSTM, ROCK, HILL, UNIC, VISI, CANI, GRPM, INTA, STAR, XDIF, KPIG, HRME.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
Terkini
-
Tolak Usul IMF, Purbaya Ogah Naikkan Pajak Karyawan
-
Bumi Berseru Fest dari Telkom Jaring 43 Program Terbaik untuk Lingkungan Berkelanjutan
-
Krakatau Steel Bidik Produksi 4,5 Juta Ton Baja di 2026
-
Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia
-
Industri Kripto Makin Matang, Upbit Perkuat Keamanan dan Kolaborasi dengan Regulator
-
Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi
-
Kemenhub Ungkap Kondisi Pesawat Kargo Pelita Air, Layak Terbang?
-
Kemenhub: Pilot Pesawat Kargo BBM Pelita Air Meninggal Dunia
-
Perjanjian Tarif Resiprokal RI-AS Diketok, Ini Kata Pengamat
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun