Bisnis / Keuangan
Kamis, 19 Februari 2026 | 17:08 WIB
IHSG terus menguat pada Desember 2025 dan diprediksi akan mencapai level psikologis baru 9000 di 2026. [Antara}.
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,43 persen pada Kamis, 19 Februari 2026, dipicu tekanan nilai tukar rupiah.
  • Pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran investor atas kondisi fiskal Indonesia dan potensi penurunan peringkat dari lembaga.
  • Investor akan mencermati data transaksi berjalan kuartal IV 2025 dan rencana kesepakatan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir memerah pada perdagangan, Kamis, 19 Februari 2026. IHSG terkoreksi 0,43 persen ke level 8.274, setelah sempat menguat hingga 8.376 pada sesi pertama perdagangan.

Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG ini di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang masih berlanjut.

Rupiah juga ditutup melemah di level Rp16.894 per dolar AS. Tekanan terhadap mata uang Garuda dinilai dipengaruhi kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal Indonesia serta potensi penurunan peringkat ekuitas dan kredit oleh MSCI dan Moody’s.

Secara sektoral, sektor teknologi mencatatkan koreksi terdalam, sementara sektor basic materials menjadi penopang dengan penguatan terbesar.

Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta penerapan aturan free float atau jumlah saham yang dilepas ke publik sebesar 15 persen dilakukan secara bertahap. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Dari sisi teknikal, Phintraco mencatat adanya pelebaran histogram positif pada indikator MACD dan Stochastic RSI yang mulai mengarah ke area overbought. Namun, peningkatan volume jual menjadi sinyal kehati-hatian.

Investor selanjutnya akan mencermati rilis data transaksi berjalan (Current Account) kuartal IV 2025 yang diperkirakan mencatat surplus US$2 miliar, turun dari surplus US$4 miliar pada kuartal sebelumnya.

Sentimen eksternal juga datang dari rencana penandatanganan kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kerangka negosiasi mencakup tarif 19 persen untuk ekspor Indonesia ke AS, pembebasan tarif bagi ekspor AS ke Indonesia, pelonggaran syarat TKDN untuk produk AS, hingga komitmen di sektor digital dan data pribadi.

Indonesia juga disebut akan menghapus larangan ekspor komoditas ke AS, termasuk mineral penting, serta meningkatkan impor dari Negeri Paman Sam.

Trafik Perdagangan

Baca Juga: IHSG Tiba-tiba Merosot di Sesi Pertama Kembali ke Level 8.200, Ini Pemicunya

Pada perdagangan pada Sesi I, sebanyak 49,50 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 26,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,24 juta kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 341 saham bergerak naik, sedangkan 284 saham mengalami penurunan, dan 233 saham tidak mengalami pergerakan.

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, KOCI, BBRC, SOTS, RMKO, SKBM, NATO, ASHA, NSSS, PART, HDIT, ASPR.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SSTM, ROCK, HILL, UNIC, VISI, CANI, GRPM, INTA, STAR, XDIF, KPIG, HRME.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Load More