- Peruri hibahkan ambulans ke Kodim Karawang perkuat stabilitas wilayah operasional.
- Aksi nyata BUMN di hari pertama Ramadan 2026 untuk fasilitas kesehatan kedaruratan.
- Dukungan armada tingkatkan respons cepat dan kesiapsiagaan satuan TNI.
Suara.com - Mengawali hari pertama Ramadan 2026 dengan aksi korporasi yang humanis, Peruri menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi kewilayahan. Perusahaan penjamin emisi sekuritas negara ini resmi menyerahkan satu unit ambulans kepada Kodim 0604/Karawang sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Langkah ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah investasi strategis dalam menjaga stabilitas dan kesiapsiagaan di wilayah operasional utama perusahaan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, kepada Komandan Kodim 0604/Karawang, Letkol Infanteri Naryanto pada pekan ini.
Program TJSL yang menyasar instansi keamanan seperti Kodim merupakan langkah preventif untuk menjaga business continuity. Dengan mendukung fasilitas penunjang operasional TNI, Peruri secara tidak langsung ikut memastikan kondusivitas lingkungan di Kabupaten Karawang, tempat di mana fasilitas produksi vital Peruri berada.
"Ramadan adalah bulan kepedulian. Kami ingin memberikan dukungan yang dapat memperkuat kesiapan dan operasional satuan. Ambulans ini adalah wujud komitmen Peruri mendukung respons cepat terhadap kebutuhan kedaruratan," ujar Adi Sunardi.
Adi menambahkan bahwa kolaborasi konstruktif dengan unsur TNI sangat penting bagi perusahaan. Dalam kacamata manajemen risiko, kedekatan hubungan dengan stakeholder strategis di wilayah operasional akan meningkatkan efisiensi koordinasi, terutama dalam penanganan situasi darurat yang dapat berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.
Dandim 0604/Karawang, Letkol Infanteri Naryanto, mengapresiasi langkah Peruri tersebut. Menurutnya, tambahan armada ini akan meningkatkan mobilitas personel dan optimasi respons internal.
"Bantuan ini sangat berarti. Dukungan terhadap pelaksanaan tugas dan respons situasi darurat dapat dilakukan lebih cepat dan optimal, sehingga kesiapan satuan tetap terjaga," ungkap Naryanto.
Melalui hibah ambulans ini, Peruri membuktikan bahwa mandat BUMN tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjalankan fungsi akselerasi pembangunan dan penguatan fasilitas publik di daerah.
Baca Juga: Bank Tutup Jam Berapa Selama Ramadan 2026? Cek Jadwal Baru BRI, BNI, hingga BCA
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?