- OJK mengimbau masyarakat waspada karena modus penipuan daring meningkat selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
- Pelaku memanfaatkan kondisi kurang fokus saat puasa serta meningkatnya kebutuhan dan sikap dermawan masyarakat.
- Modus umum meliputi diskon palsu, permintaan transfer promo Ramadan, dan sumbangan ilegal yang perlu diverifikasi.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang kian marak saat puasa hingga lebaran.
Pejabat Sementara Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sekaligus Wakil Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa tren penipuan cenderung meningkat selama bulan Ramadan hingga Lebaran.
Dia pun menyoroti kondisi masyarakat yang kerap kurang fokus, terutama saat menjalani ibadah puasa di waktu-waktu menjelang berbuka. Kondisi tersebut dinilai kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan aksinya.
“Kadang-kadang kalau kita puasa, sudah jam-jam kritis seperti ini kurang fokus. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Karena menjelang Lebaran, biasanya modus penipuan akan sangat banyak,” ujarnya kepada Suara.com, Senin (23/2/2026).
Menurut dia, momentum Lebaran dimanfaatkan pelaku karena meningkatnya kebutuhan finansial masyarakat, termasuk untuk mudik dan berbagai keperluan hari raya.
Di sisi lain, pelaku penipuan juga memanfaatkan tingginya aktivitas transaksi serta meningkatnya sikap dermawan masyarakat selama Ramadan.
“Biasanya orang lebih baik hati saat Ramadan. Diminta sumbangan, langsung menyumbang. Tawaran-tawaran diskon khusus Ramadan, transfer untuk pembelian tertentu, itu juga banyak sekali korbannya,” kata Friderica.
Berdasarkan pantauan OJK melalui pusat penanganan penipuan (anti-scam center), laporan terkait berbagai modus penipuan mengalami peningkatan selama Ramadan.
Modus yang kerap ditemukan antara lain penawaran diskon palsu, permintaan transfer dana dengan iming-iming promo khusus Ramadan, hingga permintaan sumbangan yang tidak jelas legalitasnya.
Baca Juga: OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?
OJK mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi, tidak mudah mengklik tautan yang mencurigakan, serta memastikan kebenaran informasi promo atau permintaan donasi melalui kanal resmi lembaga atau perusahaan terkait.
“Masyarakat kami titipi pesan untuk selalu waspada, jangan mudah tergiur tawaran yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan, dan pastikan setiap transaksi dilakukan melalui jalur resmi,” tegasnya.
OJK juga meminta masyarakat segera melaporkan indikasi penipuan kepada otoritas atau aparat penegak hukum agar dapat segera ditindaklanjuti dan mencegah korban lebih luas.
Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang Lebaran, kewaspadaan menjadi kunci agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman dan nyaman tanpa menjadi korban tindak kejahatan finansial.
Berita Terkait
-
OJK Bongkar Borok UOB saat Antar Perusahaan Melantai Bursa
-
BEI: 267 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Meski Tengah Gonjang-Ganjing, OJK Pede Bisa Koleksi Rp 250 T dari Pasar Modal
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI
-
Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya
-
Qita by BRI Diluncurkan, Permudah Pengelolaan Finansial dan Gaya Hidup Digital
-
Pegadaian dan ANTAM Perkuat Sinergi Strategis untuk Kembangkan Ekosistem Emas Nasional
-
Industri Keramik Mulai Bangkit, Utilisasi Industri Naik ke 75 Persen Tahun Ini
-
Prabowo Siapkan Pelatihan Industri Semikonduktor untuk 15 Ribu Anak Muda
-
PLTS Berkapasitas 71,9 MW Resmi Dibangun, Terbesar di Sektor Semen RI