- SIG kirim 36.000 bata interlock untuk percepat pembangunan Huntap korban banjir di Padang.
- Dukung Asta Cita Prabowo melalui infrastruktur perumahan yang tangguh bencana dan efisien.
- Inovasi semen hijau rendah emisi (38%) dengan TKDN tinggi di atas 90% untuk berkelanjutan.
Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bergerak cepat mendukung pemulihan pascabencana di Sumatra Barat. Sebagai langkah nyata, emiten semen pelat merah ini mulai mengirimkan 36.000 unit bata interlock presisi untuk pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kampung Talang, Kota Padang.
Pelepasan pengiriman perdana ini dilakukan langsung oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, bersama Komisaris Utama SIG, Sigit Widyawan, di kawasan Pabrik Indarung PT Semen Padang, Kamis (12/2/2026).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menegaskan bahwa dalam kondisi darurat pascabencana, kecepatan dan keamanan hunian adalah prioritas utama. Bata interlock presisi hadir sebagai solusi konstruksi yang tidak hanya kuat, tetapi juga mampu memangkas waktu pembangunan secara signifikan.
"Ini adalah bentuk nyata peran SIG dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak," ujar Vita dalam keterangan resminya.
Inovasi bata interlock ini bukan sekadar produk biasa. Vita menjelaskan, pengembangan produk derivatif ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat pemerataan infrastruktur perumahan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
"Inovasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh terhadap bencana," tambahnya.
Proyek di Kampung Talang ini merupakan kolaborasi antara Kadin Sumatra Barat dan Kadin Indonesia. SIG memastikan kapasitas produksi melalui PT Semen Padang sangat memadai. Untuk rumah tipe 36, SIG mampu memasok kebutuhan hingga 120 unit huntap per bulan, dengan jangkauan distribusi meliputi Sumbar, Sumut, hingga Aceh.
Sebelum mendarat di Padang, teknologi bata interlock SIG telah teruji di berbagai proyek strategis, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek percontohan di Jakarta Timur.
Tak hanya soal kekuatan, SIG juga mengedepankan aspek lingkungan. Produk ini menggunakan semen hijau yang memiliki emisi karbon 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional.
Baca Juga: Pembangunan Huntap di Tapanuli Terus Berjalan, Kerangka Rumah dan Batu Bata Tersusun Rapi
"Dengan TKDN lebih dari 90%, penggunaan semen hijau SIG berarti mendukung kemajuan industri dalam negeri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," pungkas Vita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
7 Fakta Menarik Perusahaan IPO Saham Februari 2026
-
Minat Umrah Generasi Muda Sangat Tinggi, BSI Bidik Target 1 Juta Nasabah
-
Pedagang Ini Catat Lonjakan Penjualan 38% Lewat Strategi Affiliate di Ramadan
-
Harga Emas Galeri 24 dan UBS Naik di Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2026
-
Bursa Calon Pimpinan OJK Memanas, Pejabat Internal Ramai-Ramai Mendaftarkan Diri!
-
Trump Ancam Naikkan Tarif "Lebih Kejam" Pasca Putusan MA, Pasar Terguncang
-
5 Rekomendasi Emas Selain Antam yang Aman dan Terpercaya
-
Profil PT Indospring Tbk, Ini Sosok Pemiliknya
-
Bulog Segera Bangun Gudang Beras di Arab Saudi
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah