- Pada Selasa (24/2/2026), Bapanas mencatat harga pangan utama seperti cabai, daging, dan ikan tetap tinggi dibanding pekan sebelumnya.
- Cabai rawit merah menjadi komoditas hortikultura termahal nasional mencapai Rp75.747 per kilogram meskipun turun harian.
- Sebagian besar komoditas pangan menunjukkan kenaikan harga mingguan, namun beberapa mengalami sedikit penurunan dibandingkan harga kemarin.
Suara.com - Harga pangan nasional pada Selasa (24/2/2026) masih berada di level tinggi untuk sejumlah komoditas utama. Data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan cabai, daging, hingga ikan masih lebih mahal dibanding posisi pekan lalu, meski sebagian mulai turun jika dibandingkan dengan harga kemarin.
Cabai rawit merah masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di kelompok hortikultura. Rata-rata nasional kini Rp75.747 per kilogram, naik dari Rp73.089 dari 16 Februari. Namun secara harian, harga cabai ini tercatat turun Rp1.898 dibanding posisi kemarin.
Cabai merah keriting juga masih berada di level tinggi. Harga saat ini Rp44.156 per kilogram, lebih mahal dibanding Rp41.801 pekan lalu. Meski demikian, dibanding kemarin komoditas ini turun Rp2.362.
Cabai merah besar menunjukkan pola yang sama. Harga kini Rp41.444 per kilogram, naik cukup jauh dari Rp37.925 pekan lalu, tetapi turun Rp2.346 dibanding harga sehari sebelumnya.
Pada komoditas bumbu dapur lain, bawang merah tercatat Rp40.543 per kilogram. Posisi ini lebih tinggi dibanding Rp39.645 pekan lalu, sementara secara harian turun Rp1.553.
Dari kelompok beras, kenaikan tipis terlihat pada sebagian jenis. Beras premium kini Rp15.500 per kilogram dari Rp15.393 pekan lalu, namun turun Rp101 dibanding kemarin.
Beras medium berada di Rp13.332 per kilogram, naik dari Rp13.229 pekan lalu tetapi turun Rp63 secara harian. Beras SPHP kini Rp12.431 per kilogram, sedikit lebih tinggi dari Rp12.391 pekan lalu dan turun Rp18 dibanding kemarin.
Tekanan harga juga terlihat pada kelompok protein hewani. Daging sapi murni kini Rp139.008 per kilogram, lebih tinggi dibanding Rp138.134 pekan lalu dan naik Rp540 dari kemarin.
Daging kerbau segar lokal tercatat Rp144.474 per kilogram setelah naik Rp2.391 secara harian, meski masih lebih rendah dari posisi pekan lalu yang sempat Rp148.333.
Baca Juga: Cegah Penimbunan Hingga Permainan Harga, Polres Metro Jakarta Barat Sidak Pasar di Kebon Jeruk
Harga ikan juga masih menunjukkan penguatan mingguan. Ikan tongkol kini Rp38.344 per kilogram, naik dari Rp37.224 pekan lalu dan naik Rp224 dibanding kemarin. Ikan kembung berada di Rp46.379 per kilogram setelah naik Rp404 secara harian.
Sementara ikan bandeng turun Rp406 dibanding kemarin menjadi Rp37.367 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, pergerakan cenderung melemah secara harian. Minyak goreng kemasan kini Rp21.083 per liter, sedikit lebih tinggi dari Rp21.002 pekan lalu namun turun Rp79 dibanding kemarin.
Minyak goreng curah berada di Rp17.687 per liter, turun Rp112 secara harian dan lebih rendah dibanding Rp18.085 pekan lalu.
Dari bahan baku pangan olahan, tepung terigu kemasan kini Rp12.793 per kilogram, naik dari Rp12.595 pekan lalu tetapi turun Rp113 dibanding kemarin. Tepung curah berada di Rp9.572 per kilogram, juga lebih tinggi dari Rp9.395 pekan lalu namun turun Rp107 secara harian.
Jagung untuk peternak tercatat Rp6.812 per kilogram, lebih tinggi dari Rp6.578 pekan lalu tetapi turun Rp101 dibanding kemarin. Sementara kedelai impor berada di Rp10.832 per kilogram setelah turun Rp108 secara harian.
Berita Terkait
-
Pasar Waspada, Harga Minyak Dunia Terganjal Isu Nuklir dan Tarif Trump
-
Harga Tembus Rp100 Ribu di Ramadan, Kementan Guyur 1,7 Ton Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati
-
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp140 Ribu di Awal Ramadan, Ini Penyebab Utamanya
-
Dilema Minyak Mentah: Tensi AS-Iran Mereda, Namun Tarif Trump Menekan Harga
-
Cabai Rawit Masih Tinggi, Harga Pangan Nasional Mulai Turun Bertahap
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
-
Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste
-
Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura
-
Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur
-
Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China
-
Tak Ada WFH di Kementerian PU, Menteri Dody: AC-nya Angin Blesat-blesut
-
Kabar Baik! Bahlil Sebut Krisis BBM RI Akibat Geopolitik Sudah Terlewati