Bisnis / Makro
Rabu, 25 Februari 2026 | 08:01 WIB
Belvin

Suara.com - Influencer keuangan, Belvin Tannadi (BVN) menuai sorotan usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp5,3 miliar kepadanya.

Berdasarkan hasil investigasi, Belvin terbukti melakukan praktik manipulasi harga atau yang jamak dikenal sebagai aksi "goreng saham" dengan memanfaatkan pengaruh media sosialnya sepanjang periode 2021 hingga 2022.

Pola transaksi yang dilakukan Belvin tergolong ekstrem. Ia cenderung memborong saham suatu emiten hingga melampaui ambang batas 5%, lalu melepasnya secara agresif hingga kepemilikannya menyentuh angka 0%, dan mengulangi siklus tersebut berkali-kali.

Berikut adalah daftar emiten yang pernah masuk dalam pusaran portofolio dan aktivitas transaksi Belvin Tannadi:

Sektor Transportasi dan Logistik

PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML): Belvin tercatat sangat aktif di saham ini dengan kepemilikan yang naik-turun secara drastis dari 6% hingga ludes ke 0%.

PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK): Di emiten logistik ini, Belvin pernah menguasai hingga 21% saham perusahaan, jauh di atas ambang batas pelaporan normal.

PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU): Ia pernah menggenggam kepemilikan sebesar 5,6% pada April 2022.

Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS): Belvin memiliki rekam jejak kepemilikan hingga 7,69% di emiten batu bara ini.

Baca Juga: IHSG Melesat ke Level 8.300 pada Senin Pagi

PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK): Salah satu kepemilikan terbesarnya di sektor migas mencapai 13,42% pada awal tahun 2022.

PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY): Ia tercatat menguasai 5,85% saham produsen panel surya ini pada akhir 2021.

Sektor Properti, Retail, dan Manufaktur

PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA): Belvin mengoleksi sekitar 5,20% saham pengembang properti ini.

PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS): Pola "borong-habiskan" juga terlihat jelas di sini, di mana ia pernah memiliki hingga 10,88% saham sebelum melepasnya.

PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS): Produsen mainan ini juga tak luput dari bidikan dengan kepemilikan 5,99%.

PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK): Tercatat memiliki andil 5,14% saham per Februari 2022.

Meski telah dijatuhi sanksi atas perbuatan di masa lalu, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan Belvin masih sangat aktif melakukan transaksi pada awal tahun 2026 ini:

PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS): Per Januari 2026, ia menambah kepemilikan hingga hampir menyentuh 10% (tepatnya 9,89%).

PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST): Belvin baru saja menambah porsi kepemilikannya menjadi 5,49% melalui transaksi pada akhir Januari 2026.

Penjatuhan denda miliaran rupiah oleh OJK ini menjadi peringatan keras bagi para influencer pasar modal agar tidak menggunakan basis massa untuk memanipulasi pergerakan harga demi keuntungan pribadi.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More