Suara.com - Influencer keuangan, Belvin Tannadi (BVN) menuai sorotan usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp5,3 miliar kepadanya.
Berdasarkan hasil investigasi, Belvin terbukti melakukan praktik manipulasi harga atau yang jamak dikenal sebagai aksi "goreng saham" dengan memanfaatkan pengaruh media sosialnya sepanjang periode 2021 hingga 2022.
Pola transaksi yang dilakukan Belvin tergolong ekstrem. Ia cenderung memborong saham suatu emiten hingga melampaui ambang batas 5%, lalu melepasnya secara agresif hingga kepemilikannya menyentuh angka 0%, dan mengulangi siklus tersebut berkali-kali.
Berikut adalah daftar emiten yang pernah masuk dalam pusaran portofolio dan aktivitas transaksi Belvin Tannadi:
Sektor Transportasi dan Logistik
PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML): Belvin tercatat sangat aktif di saham ini dengan kepemilikan yang naik-turun secara drastis dari 6% hingga ludes ke 0%.
PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK): Di emiten logistik ini, Belvin pernah menguasai hingga 21% saham perusahaan, jauh di atas ambang batas pelaporan normal.
PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU): Ia pernah menggenggam kepemilikan sebesar 5,6% pada April 2022.
Sektor Energi dan Sumber Daya Alam
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS): Belvin memiliki rekam jejak kepemilikan hingga 7,69% di emiten batu bara ini.
Baca Juga: IHSG Melesat ke Level 8.300 pada Senin Pagi
PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK): Salah satu kepemilikan terbesarnya di sektor migas mencapai 13,42% pada awal tahun 2022.
PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY): Ia tercatat menguasai 5,85% saham produsen panel surya ini pada akhir 2021.
Sektor Properti, Retail, dan Manufaktur
PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA): Belvin mengoleksi sekitar 5,20% saham pengembang properti ini.
PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS): Pola "borong-habiskan" juga terlihat jelas di sini, di mana ia pernah memiliki hingga 10,88% saham sebelum melepasnya.
PT Sunindo Adipersada Tbk (TOYS): Produsen mainan ini juga tak luput dari bidikan dengan kepemilikan 5,99%.
Berita Terkait
-
Profil PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), Saham yang 'Banting Stir'
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
IHSG Meloyo di Sesi Pertama Gegara Defisit APBN, 438 Saham Kebakaran
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif pada Selasa Pagi, Melesat ke Level 8.400
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit