- Produsen Mie Sedaap PHK ratusan buruh jelang Lebaran 2026 demi hindari bayar THR.
- Said Iqbal ungkap modus perusahaan: buruh dirumahkan lalu dipanggil lagi usai Idulfitri.
- DPR RI turun tangan, manajemen Mie Sedaap akhirnya sepakat hentikan seluruh proses PHK.
Suara.com - Kabar pahit kembali menerpa wajah ketenagakerjaan Indonesia di tengah khidmatnya bulan suci Ramadan. PT Karunia Alam Segar, produsen mi instan ternama Mie Sedaap, mendadak jadi sorotan usai melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan buruhnya sebelum hari raya Idulfitri 2026.
Langkah sepihak ini pun memicu tudingan miring. Perusahaan disebut sengaja menggunakan "jurus" PHK demi meloloskan diri dari kewajiban membayar Tunjangan Hari Raya (THR).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mencium aroma busuk di balik kebijakan manajemen ini. Berdasarkan laporan dari 'Posko Orange', para buruh mengaku diputus kontraknya atau dirumahkan hanya melalui pesan singkat WhatsApp.
"Baru-baru ini kita mendengar pabrik Mie Sedaap merumahkan karyawannya sebelum Lebaran untuk menghindari pembayaran THR. Nanti habis Lebaran baru dipanggil ulang untuk masuk kembali," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Selasa (24/2/2026).
Menurut Said, ini adalah modus terbaru perusahaan untuk menghindari beban administrasi dan finansial yang seharusnya menjadi hak para pekerja di momen Lebaran.
Gelombang keresahan ini sampai ke telinga Senayan. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak manajemen produsen Mie Sedaap setelah menerima aspirasi langsung dari pekerja yang terdampak.
Dasco menegaskan, PHK di tengah bulan puasa adalah langkah yang sangat tidak manusiawi dan seharusnya tidak terjadi.
"Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Mie Sedaap dan didapatkan hasil bahwa pihak Mie Sedaap akan segera menyetop PHK yang terjadi, dan berjanji tidak akan ada PHK-PHK lagi," tegas Dasco dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (23/2).
Meski manajemen akhirnya sepakat untuk menghentikan langkah tersebut, publik tetap menaruh mata pada komitmen perusahaan. Akankah hak THR buruh yang sempat terancam tetap dibayarkan penuh? Ataukah ini sekadar langkah "pemadam kebakaran" setelah viral?
Baca Juga: Tren Busana Lebaran 2026 Kini Makin Fleksibel, Modest Luxe Hadirkan Koleksi Terkurasi di Sarinah
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika