- Peningkatan signifikan permintaan selama Ramadan memaksa pelaku usaha menyiapkan strategi logistik untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman.
- Pelaku usaha disarankan memetakan potensi kenaikan permintaan dan menyesuaikan layanan pengiriman sesuai urgensi pesanan.
- Lion Parcel memperkenalkan layanan seperti BIGPACK FAST untuk paket besar dan COD Ongkir untuk mempermudah transaksi UMKM.
Suara.com - Momentum Ramadan selalu menjadi berkah bagi pelaku usaha, baik skala UMKM maupun korporasi. Aktivitas belanja masyarakat yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran mendorong lonjakan permintaan di berbagai sektor, mulai dari fesyen, kue kering, hingga hampers.
Namun di balik peluang peningkatan omzet, ada tantangan besar yang harus dihadapi pelaku usaha, yakni pengelolaan produksi dan pengiriman agar pesanan tetap tiba tepat waktu serta menjaga kepuasan pelanggan.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, menyebut periode Ramadan sebagai salah satu momen dengan peningkatan pengiriman yang signifikan.
"Pelaku usaha perlu menyiapkan strategi logistik sejak awal agar lonjakan pesanan dapat dikelola dengan baik dan pengiriman tetap berjalan lancar sehingga kepuasan pelanggan pun tetap terjaga," ujar Kenny seperti dikutip, Rabu (25/2/2026).
Agar tidak kewalahan, pelaku usaha disarankan memetakan potensi kenaikan permintaan berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya. Dengan proyeksi yang matang, pengaturan stok, jadwal produksi, hingga rencana distribusi dapat dilakukan lebih terstruktur.
Persiapan sejak awal menjadi penting karena lonjakan pesanan biasanya terjadi menjelang Lebaran, terutama setelah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).
"Ada beberapa masyarakat yang menerima THR mendekati Hari Raya, sehingga belanja kebutuhan menjadi lebih mepet. Dalam kondisi seperti ini, layanan dengan prioritas waktu pengiriman menjadi penting agar barang dapat diterima lebih cepat," kata Kenny.
Karena itu, pelaku usaha perlu menyesuaikan layanan pengiriman dengan tingkat urgensi pesanan. Untuk pengiriman mendesak, layanan prioritas seperti BOSSPACK bisa menjadi opsi. Sementara pesanan reguler dapat memanfaatkan layanan REGPACK atau JAGOPACK yang lebih ekonomis.
Selain peningkatan pesanan ritel, Ramadan juga identik dengan distribusi paket besar, baik untuk kebutuhan stok cabang maupun pengiriman dalam jumlah besar ke konsumen.
Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
"Selama ini paket besar kendalanya waktu pengiriman yang lama, sehingga Lion Parcel meluncurkan layanan BIGPACK FAST untuk mengakomodir kebutuhan pelaku usaha yang butuh kirim paket besar, mulai dari 10 kg, tapi butuh sampai dengan cepat. Dengan ongkir mulai dari Rp6.500/kg, layanan ini bisa jadi opsi untuk pelaku usaha menjaga efisiensi operasional," jelas Kenny.
Tantangan lain yang kerap dihadapi UMKM, terutama yang berjualan lewat media sosial atau social commerce, adalah penghitungan ongkos kirim dan pengelolaan pembayaran saat volume pesanan melonjak.
Untuk menyederhanakan proses tersebut, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan COD Ongkir. Dengan skema ini, pelaku usaha menerima pembayaran harga barang lebih dulu, sementara ongkos kirim dibayarkan oleh penerima saat paket diterima.
Dengan manajemen logistik yang tepat, Ramadan tak hanya menjadi momen peningkatan penjualan, tetapi juga kesempatan bagi UMKM memperkuat kepercayaan pelanggan.
Strategi pengiriman yang efisien dan terencana menjadi kunci agar setiap pesanan dapat diproses lancar di tengah lonjakan permintaan menjelang Hari Raya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
IHSG Tembus Level 8.300 Lagi Hari ini, Cek Daftar Saham yang Cuan
-
BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha
-
Purbaya Tarik Utang Baru Rp 127,3 Triliun di Januari 2026
-
Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka