Bisnis / Keuangan
Rabu, 25 Februari 2026 | 17:04 WIB
Ilustrasi paket belanja online / kurir (freepik)
Baca 10 detik
  • Peningkatan signifikan permintaan selama Ramadan memaksa pelaku usaha menyiapkan strategi logistik untuk menjaga ketepatan waktu pengiriman.
  • Pelaku usaha disarankan memetakan potensi kenaikan permintaan dan menyesuaikan layanan pengiriman sesuai urgensi pesanan.
  • Lion Parcel memperkenalkan layanan seperti BIGPACK FAST untuk paket besar dan COD Ongkir untuk mempermudah transaksi UMKM.

Suara.com - Momentum Ramadan selalu menjadi berkah bagi pelaku usaha, baik skala UMKM maupun korporasi. Aktivitas belanja masyarakat yang meningkat untuk memenuhi kebutuhan Lebaran mendorong lonjakan permintaan di berbagai sektor, mulai dari fesyen, kue kering, hingga hampers.

Namun di balik peluang peningkatan omzet, ada tantangan besar yang harus dihadapi pelaku usaha, yakni pengelolaan produksi dan pengiriman agar pesanan tetap tiba tepat waktu serta menjaga kepuasan pelanggan.

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, menyebut periode Ramadan sebagai salah satu momen dengan peningkatan pengiriman yang signifikan.

"Pelaku usaha perlu menyiapkan strategi logistik sejak awal agar lonjakan pesanan dapat dikelola dengan baik dan pengiriman tetap berjalan lancar sehingga kepuasan pelanggan pun tetap terjaga," ujar Kenny seperti dikutip, Rabu (25/2/2026).

Dok: Lion Parcel

Agar tidak kewalahan, pelaku usaha disarankan memetakan potensi kenaikan permintaan berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya. Dengan proyeksi yang matang, pengaturan stok, jadwal produksi, hingga rencana distribusi dapat dilakukan lebih terstruktur.

Persiapan sejak awal menjadi penting karena lonjakan pesanan biasanya terjadi menjelang Lebaran, terutama setelah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

"Ada beberapa masyarakat yang menerima THR mendekati Hari Raya, sehingga belanja kebutuhan menjadi lebih mepet. Dalam kondisi seperti ini, layanan dengan prioritas waktu pengiriman menjadi penting agar barang dapat diterima lebih cepat," kata Kenny.

Karena itu, pelaku usaha perlu menyesuaikan layanan pengiriman dengan tingkat urgensi pesanan. Untuk pengiriman mendesak, layanan prioritas seperti BOSSPACK bisa menjadi opsi. Sementara pesanan reguler dapat memanfaatkan layanan REGPACK atau JAGOPACK yang lebih ekonomis.

Selain peningkatan pesanan ritel, Ramadan juga identik dengan distribusi paket besar, baik untuk kebutuhan stok cabang maupun pengiriman dalam jumlah besar ke konsumen.

Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar

"Selama ini paket besar kendalanya waktu pengiriman yang lama, sehingga Lion Parcel meluncurkan layanan BIGPACK FAST untuk mengakomodir kebutuhan pelaku usaha yang butuh kirim paket besar, mulai dari 10 kg, tapi butuh sampai dengan cepat. Dengan ongkir mulai dari Rp6.500/kg, layanan ini bisa jadi opsi untuk pelaku usaha menjaga efisiensi operasional," jelas Kenny.

Tantangan lain yang kerap dihadapi UMKM, terutama yang berjualan lewat media sosial atau social commerce, adalah penghitungan ongkos kirim dan pengelolaan pembayaran saat volume pesanan melonjak.

Untuk menyederhanakan proses tersebut, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan COD Ongkir. Dengan skema ini, pelaku usaha menerima pembayaran harga barang lebih dulu, sementara ongkos kirim dibayarkan oleh penerima saat paket diterima.

Dengan manajemen logistik yang tepat, Ramadan tak hanya menjadi momen peningkatan penjualan, tetapi juga kesempatan bagi UMKM memperkuat kepercayaan pelanggan.

Strategi pengiriman yang efisien dan terencana menjadi kunci agar setiap pesanan dapat diproses lancar di tengah lonjakan permintaan menjelang Hari Raya.

Load More