- PT Jamkrindo memperkuat UMKM-K melalui penjaminan kredit dan pendampingan agar mereka siap mengakses pembiayaan formal.
- GBOB Snack and Catering Semarang mendapat modal awal Rp 20 juta melalui program kemitraan Jamkrindo untuk pengembangan usaha.
- Pendampingan intensif memungkinkan GBOB akhirnya berhasil mengakses KUR Bank BRI yang dijamin Jamkrindo pada 2025.
Suara.com - PT Jamkrindo terus mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKM-K) agar naik kelas melalui penguatan akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta peningkatan kapasitas agar semakin bankable.
Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui penjaminan kredit, tetapi juga dengan membangun fondasi usaha sejak tahap awal.
Pendekatan ini dinilai penting agar UMKM tidak sekadar bertahan, melainkan mampu berkembang dan mengakses pembiayaan formal secara berkelanjutan.
Salah satunya, UMKM kuliner asal Semarang GBOB Snack and Catering yang dirintis dari rumah saat pandemi awalnya menghadapi kendala klasik UMKM, yakni keterbatasan modal dan belum siap mengakses kredit perbankan.
Melalui Program Pinjaman Kemitraan Jamkrindo, pemilik usaha Narista Hestarini memperoleh modal awal Rp 20 juta untuk memperbaiki dapur produksi dan melengkapi peralatan. Dukungan tersebut menjadi pijakan awal peningkatan kapasitas usaha.
Namun, proses naik kelas tidak berhenti di permodalan. Jamkrindo juga memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga pemasaran digital.
Pendampingan ini membantu pelaku usaha memahami pengelolaan biaya, perhitungan laba, serta strategi ekspansi bisnis yang lebih terarah.
Seiring peningkatan kapasitas manajemen dan skala usaha, Narista akhirnya mampu mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI yang dijamin oleh Jamkrindo pada 2025.
Akses terhadap pembiayaan formal ini menjadi indikator bahwa usahanya telah bertransformasi menjadi lebih siap secara administrasi dan operasional.
Baca Juga: Momentum Ramadan, Begini Cara Bikin QRIS GoPay untuk Pedagang Takjil
Kini, usaha tersebut telah berkembang dengan membuka dua cabang tambahan di Semarang. Transformasi dari usaha rumahan menjadi bisnis yang terhubung dengan sistem pembiayaan perbankan menunjukkan proses naik kelas yang terstruktur.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menegaskan bahwa penguatan UMKM-K harus dilakukan secara menyeluruh.
"Kisah ini menunjukkan bahwa ketika UMKM-K didukung sejak fase awal, mereka dapat tumbuh sehat, naik kelas, dan pada akhirnya mampu mengakses pembiayaan formal secara berkelanjutan," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan
-
Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar
-
IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran
-
Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk
-
Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!
-
BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu
-
Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara
-
BI Perkuat Stabilitas Rupiah Lewat Instrumen SVBI dan SUVBI
-
IHSG Melemah di Awal Pekan Saat Perang AS-Iran Memanas, Cek Saham-saham Rekomendasi
-
IHSG Makin Terpuruk Pagi Ini, Kembali Bergerak ke level 6.900