Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, dengan laba bersih konsolidasi sebesar Rp57,13 triliun. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit yang sehat, likuiditas kuat, serta transformasi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing di tengah dinamika industri perbankan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang kuat dan keberhasilan transformasi perseroan.
"Dengan berbagai inisiatif transformasi yang telah berjalan dengan baik, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan," ujar Hery Gunardi dalam Konferensi Pers Triwulan IV yang diselenggarakan secara daring pada Kamis, (26/2/2026).
Sepanjang 2025, BRI mencatatkan total aset sebesar Rp2.135 triliun atau tumbuh 7,1% secara tahunan. Penyaluran kredit mencapai Rp1.521 triliun, meningkat 12,3%, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,4% menjadi Rp1.467 triliun. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level 3,07%, dengan biaya dana (cost of fund) yang membaik menjadi 2,9%.
Dari sisi likuiditas dan permodalan, BRI juga mencatatkan posisi yang sangat memadai, tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 91,4%, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 136,9%, Net Stable Funding Ratio (NSFR) 117,7%, serta Capital Adequacy Ratio (CAR) yang kuat di level 23,52%.
Sejalan dengan komitmen mendukung program prioritas pemerintah, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur sepanjang 2025. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp80,09 triliun atau hampir 45% dari total penyaluran.
Selain itu, BRI juga menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur.
Perseroan juga aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial non-tunai dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
BRI terus melanjutkan transformasi melalui program BRIvolution Reignite yang berfokus pada penguatan struktur pendanaan, optimalisasi layanan digital, serta pengembangan bisnis mikro, UMKM, dan consumer banking.
Baca Juga: Lebih dari 2 Dekade Melantai di Bursa Efek Indonesia, Harga Saham BBRI Telah Naik 48 Kali
Transformasi ini juga diperkuat dengan corporate rebranding melalui tagline baru, "Satu Bank untuk Semua", yang menegaskan komitmen BRI dalam melayani seluruh segmen masyarakat.
"Aksi corporate rebranding dengan tagline 'Satu Bank Untuk Semua' artinya BRI akan melayani semua segmennya tidak hanya fokus kepada micro dan UMKM tapi juga kita bisa melayani segmen-segmen yang lain," jelas Hery.
Dalam paparannya, Hery juga menjelaskan bahwa melalui holding ultra mikro bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani, BRI kini telah menjangkau 34,5 juta debitur dan mengelola 187 juta rekening simpanan mikro.
Selain itu, simpanan emas tercatat mencapai 17,1 ton atau tumbuh 65,5% secara tahunan, serta sebanyak 1,4 juta debitur berhasil naik kelas.
Program pemberdayaan seperti Desa BRILian yang telah menjangkau lebih dari 5.000 desa dan pengembangan 42.000 klaster usaha juga terus memperkuat ekosistem UMKM nasional.
Hery menambahkan, BRI optimistis prospek industri perbankan nasional tetap positif, didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang resilien, inflasi yang terkendali, serta likuiditas yang memadai sebagaimana tercermin dalam berbagai indikator industri dan kebijakan Bank Indonesia.***
Berita Terkait
-
BBRI Melemah Tipis, Analis Ungkap Target Harga Saham dan Rekomendasi
-
Target Harga BBRI saat Sahamnya Ramai Diborong Investor Asing
-
BBRI Diborong Asing Habis-habisan, Segini Target Harga Sahamnya
-
Target Harga Saham BBRI Jelang Akhir Tahun, Bagaimana Analisisnya?
-
BBRI Gabung BUMI dan DEWA, Jadi Saham Idola Investor Sesi I IHSG Hari Ini
Terpopuler
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- Fajar Sadboy Kecelakaan, Keluarga Pingsan Dengar Kabar
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Trump Kerahkan Militer Blokade Selat Hormuz, Iran Berikan Respon Dingin
-
Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?
-
Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I
-
Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut
-
Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah