Bisnis / Makro
Selasa, 24 Februari 2026 | 08:52 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan kerja sama Danantara dengan Arm Limited untuk menciptakan Chip. [Dokumentasi Biro Pers, media, dan Informasi Sekretariat Presiden].
Baca 10 detik
  • BPI Danantara dan Arm Limited di London sepakat kembangkan semi konduktor, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo.
  • Kolaborasi ini bertujuan Indonesia menguasai teknologi semikonduktor hulu, termasuk desain chip otomotif dan AI.
  • Indonesia menargetkan pelatihan 15 ribu insinyur dalam ekosistem Arm untuk memperkuat kedaulatan teknologi nasional.

Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bekerja sama dengan Arm Limited di London untuk mengembangkan semi konduktor di Inggris.

Kolaborasi ini dituangkan lewat perjanjian kerangka kerja yang disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, menjelaskan kolaborasi ini agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama untuk dari segi desain.

"Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (24/2/2026).

Presiden RI Prabowo Subianto menyaksikan kerja sama Danantara dengan Arm Limited untuk menciptakan Chip. [Dokumentasi Biro Pers, media, dan Informasi Sekretariat Presiden].

Airlangga membeberkan, Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan.

Melalui kerja sama tersebut, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang selama ini menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

"Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15 ribu engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain," jelasnya.

Airlangga menambahkan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat penguasaan teknologi nasional secara mandiri, melengkapi agenda besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikankemitraan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak luas bagi pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.

Baca Juga: Menko Zulhas Ungkap Proyek Waste-to-Energy Besutan Danantara Cuma Beresin 20 Persen Masalah Sampah

Program tersebut akan dilakukan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia dengan modul pelatihan khusus.

"Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya," pungkas Rosan.

Load More