- Borge Brende mengundurkan diri sebagai Presiden dan CEO World Economic Forum pada 26 Februari 2026, dipicu keterkaitannya dalam Epstein Files.
- Pengunduran diri terjadi setelah investigasi independen WEF mengenai tiga pertemuan bisnis dengan Jeffrey Epstein terungkap.
- WEF menyatakan hubungan tersebut profesional meskipun intens, namun Brende tetap mundur untuk menghindari distraksi organisasi.
Suara.com - Borge Brende mundur dari jabatan Presiden sekaligus CEO World Economic Forum (WEF) pada Kamis (26/2/2026) usai muncul dalam Epstein Files.
Keputusan ini diambil hanya berselang beberapa pekan setelah forum internasional tersebut meluncurkan investigasi independen terkait hubungan Brende dengan mendiang pelaku kejahatan seksual asal AS, Jeffrey Epstein.
Brende, yang telah memimpin organisasi penyelenggara pertemuan tahunan Davos ini sejak 2017, menyatakan mundur menyusul pengungkapan dokumen Departemen Kehakiman AS.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa mantan Menteri Luar Negeri Norwegia ini pernah melakukan tiga kali makan malam bisnis dengan Epstein, serta berkomunikasi secara intens melalui surat elektronik dan pesan teks.
Mengaku Menyesal
Dalam pernyataan resminya, Brende menyebut masa jabatannya selama 8,5 tahun di WEF sebagai pengalaman yang sangat berharga.
Namun, kepada media Norwegia, ia mengakui adanya penyesalan mendalam terkait caranya menangani hubungan dengan Epstein.
"Seperti banyak orang lainnya, saya merasa sangat tidak nyaman dikaitkan dengan Jeffrey Epstein. Saya khawatir kontak tersebut akan digambarkan sebagai sesuatu yang berbeda dari kenyataannya," ujar Brende dalam wawancara dengan harian bisnis Dagens Naeringsliv, dilansir via Reuters.
Catatan pesan teks periode 2018-2019 menunjukkan nada komunikasi yang cukup akrab, di mana Brende menyebut Epstein sebagai "tuan rumah yang brilian".
Baca Juga: Daftar Kode Terselubung dalam Epstein Files, Ada Pizza hingga Ice Cream
Komunikasi terakhir mereka dilaporkan terjadi hanya satu minggu sebelum penangkapan Epstein pada 2019. Brende berdalih bahwa saat itu ia tidak mengetahui latar belakang kriminal Epstein secara mendalam.
Dewan pengawas WEF, dipimpin oleh Andre Hoffmann (Wakil Ketua Roche) dan Larry Fink (CEO BlackRock), menyatakan bahwa peninjauan independen oleh penasihat hukum luar telah selesai. Hasil investigasi menyimpulkan:
- Tidak ditemukan masalah tambahan di luar apa yang telah diungkapkan ke publik.
- Hubungan Brende murni sebatas interaksi profesional meski nadanya terkesan akrab.
Walaupun hasil investigasi tidak menemukan pelanggaran materiil, Brende tetap memilih mundur guna menghindari distraksi yang dapat mengganggu misi utama forum, terutama pasca rentetan skandal yang menyeret banyak elit global dan anggota keluarga kerajaan Inggris akibat kasus Epstein ini.
Sebagai langkah cepat untuk menjaga stabilitas organisasi, WEF telah menunjuk Alois Zwinggi sebagai penjabat sementara (Interim) President dan CEO. Dewan Wali Amanat WEF akan mengawasi transisi ini sembari mencari penerus permanen bagi Brende.
Berita Terkait
-
Terpopuler: Epstein Files Bikin Prince Andrew Diciduk, HP Xiaomi yang Terancam Tak Kebagian Update
-
Siapa Prince Andrew? Anggota Kerajaan Ditangkap Usai Dicurigai Terlibat di Epstein Files
-
Manajer Masuk Epstein Files, Chappell Roan Putuskan Hengkang dari Agensi
-
Setelah Franck Ribery, Nama Benzema Juga Muncul di Epstein File? Otoritas Hukum AS Bilang Begini
-
Franck Ribery Terseret Epstein File, Fakta Kasus Prostitusi Gadis 14 Tahun Terkuak
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Motor Listrik MBG Pesanan BGN Rp56 Juta, di Marketplace Cuma Rp10 Juta?
-
Rusia Raup 'Durian Runtuh' Rp 325 Triliun dari Perang Iran Vs AS-Israel
-
IHSG Gaspol Terus, Melonjak ke Level 7.700 Pagi Ini
-
Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya
-
Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi