- 80% anak lebih rutin makan bergizi dan 55% tidak lagi pilih-pilih makanan.
- 66,4% siswa lebih semangat belajar berkat peningkatan fokus dan energi.
- Program MBG efektif penuhi gizi anak dari keluarga prasejahtera hingga menengah.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto genap berjalan satu tahun. Meski kerap dihujani kritik tajam dan narasi negatif di jagat media sosial terkait kualitas nutrisi, temuan terbaru di lapangan justru mengungkap fakta yang berbanding terbalik.
Hasil kajian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan bahwa MBG tidak hanya sekadar mengisi perut, tetapi telah memicu revolusi kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia. Berdasarkan survei terhadap 1.800 orang tua, sekitar 80% responden menyatakan anak-anak mereka kini lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi.
Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, mengungkapkan bahwa program ini memberikan ketenangan bagi keluarga prasejahtera. Menariknya, MBG perlahan menghapus sifat "pilih-pilih makanan" pada anak.
"Survei kami menunjukkan 55% orang tua setuju kebiasaan anaknya berubah menjadi tidak picky eater setelah adanya program MBG. Orang tua merasa aman karena yakin anak-anak mereka mendapat asupan bergizi secara rutin di sekolah," ujar Fajar dalam keterangannya, baru-baru ini.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari sisi medis. Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD-KPsi, menilai paparan menu beragam setiap hari sangat efektif membentuk pola makan sehat sejak dini. Menurutnya, masalah gizi tidak hanya menghantui kelas ekonomi bawah, tapi juga menengah ke atas yang sering kali salah dalam memilih jenis asupan.
"MBG ini idenya sangat bagus. Banyak masyarakat kita tidak mampu mencukupi gizi, tapi ada juga yang secara ekonomi mampu namun yang dimakan bukan makanan sehat. Intervensi ini adalah langkah tepat untuk memperbaiki itu," tegas dr. Andi.
Tak hanya RISED, Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) juga mencatat dampak signifikan pada aspek pendidikan. Sebanyak 66,4% murid mengaku jauh lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah menyantap menu MBG.
Asupan gizi yang terjaga terbukti linier dengan peningkatan konsentrasi dan motivasi belajar di kelas. Hal ini diamini oleh Sientje Martentji Ajomi, Kepala SD Negeri 24 Rufei Kota Sorong.
"Anak-anak kini lebih aktif bertanya, lebih fokus, dan jauh lebih ceria sepanjang hari di sekolah," ungkap Sientje.
Baca Juga: PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?
Data-data ilmiah ini seolah menjadi jawaban atas keraguan publik. Dengan skor persepsi mencapai 4,30 dari kelompok sosial ekonomi rendah, MBG terbukti menjadi instrumen krusial dalam memperkecil jurang ketimpangan gizi di tanah air.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM