- Industri Barang Galian Non-Logam (BGNL) mengalami kontraksi pada Februari 2026 akibat proyek infrastruktur melambat.
- Kontraksi BGNL disebabkan faktor musiman awal tahun anggaran dan dimulainya momentum bulan Ramadan.
- Meskipun melemah di awal 2026, BGNL mencatatkan pertumbuhan positif 6,16 persen sepanjang tahun 2025.
Suara.com - Industri barang galian non-logam (BGNL) tercatat mengalami kontraksi pada Februari 2026. Pelemahan ini terjadi seiring melambatnya proyek infrastruktur pada awal tahun anggaran serta momentum Ramadan yang membuat aktivitas konstruksi belum berjalan penuh.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian sekaligus Plt Dirjen IKFT, Eko Cahyanto, menyampaikan subsektor BGNL menjadi satu-satunya yang terkontraksi dalam kelompok Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) pada Februari.
"IKI untuk BGNL mengalami kontraksi. Komponen Pesanan dan komponen Persediaan masih menunjukkan kontraksi,” ujar Eko dalam konferensi pers rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026, dikutip Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, tekanan terhadap subsektor ini dipicu faktor musiman dan siklus anggaran pemerintah di awal tahun.
"Penyebab dari kontraksi ini adalah memasuki awal tahun anggaran dan bulan Ramadan. Banyak proyek infrastruktur yang belum berjalan. Sehingga permintaan bahan bangunan, produk bahan galian non-logam juga ikut turun," kata dia.
BGNL mencakup berbagai produk bahan bangunan seperti semen, kaca, keramik, dan produk turunan mineral lainnya yang sangat bergantung pada aktivitas konstruksi. Ketika proyek melambat, permintaan ikut terkoreksi.
Meski terkontraksi pada Februari, secara tahunan kinerja industri barang galian non-logam sepanjang 2025 masih mencatat pertumbuhan positif.
"Secara full year 2025, industri barang galian non-logam tumbuh 6,16 persen. Jadi meskipun kontraksi, tapi secara full year di tahun 2025 kemarin pertumbuhannya cukup baik," ujar Eko.
Bahkan pada Kuartal IV-2025, sektor ini masih tumbuh 8,98 persen. Artinya, pelemahan pada awal 2026 dinilai lebih bersifat jangka pendek.
Baca Juga: Ancaman Pelarangan Vape Dinilai Bisa Matikan UMKM dan Ratusan Ribu Lapangan Kerja
“Pertumbuhan sektor barang galian non-logam masih menunjukkan tren positif sebesar 8,98 persen pada Kuartal-IV tahun 2025,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
-
Kopdes Merah Putih Bakal Salurkan KUR, Bansos hingga LPG 3 Kg
-
Inkonsisten Soal Status Hukum Febrie, Kejagung Disemprot: Jangan Ada Perlakuan Khusus!
-
Kapal Berpenumpang 74 Orang Tenggelam di Selayar Sulsel, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan
-
Redmi Note 17 Rilis dengan Fitur AI Anti Penipuan, Ini Spesifikasinya
-
John Herdman Puas TC Timnas Indonesia di Bali, Singgung Fondasi Jelang Piala AFF 2026
-
Usai Habisi Yani di Kebun Jati Sagaranten, Pelaku Delon Jampank Sempat Unggah Video Penemuan Mayat
-
4 Sepatu Lari Anak Terbaik Berdasarkan Review Pengguna, Ringan dan Super Nyaman
-
Anti Kusam! 5 Trik Sederhana agar Pakaian Selalu Tampak Seperti Baru
-
Kisah Jalian Setiarsa Kembangkan UMKM Tembus Pasar Internasional Didukung Ekosistem BRI