Bisnis / Makro
Senin, 02 Maret 2026 | 07:36 WIB
Ilustarsi IHSG BEI [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • IHSG diprediksi bergerak variatif pekan ini dengan support 8.031 akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah memicu penguatan Dolar AS.
  • Krisis global berpotensi menaikkan harga komoditas, namun inflasi dan pelemahan Rupiah menjadi risiko jika harga energi terlalu tinggi.
  • Kebijakan tarif impor AS pada panel surya dan peringatan S&P mengenai beban fiskal Indonesia meningkatkan kewaspadaan investor.

Global: PMI Manufaktur & Jasa AS (ISM), PMI NBS China, serta data ketenagakerjaan AS (Non-farm Payrolls dan tingkat pengangguran).

Pergerakan IHSG dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada apakah lonjakan harga energi tetap suportif bagi emiten komoditas atau justru berubah menjadi guncangan inflasi yang merusak stabilitas ekonomi nasional.

DISCLAIMER:
Analisis pasar modal ini bersifat informatif dan merujuk pada proyeksi analis PT Indo Premier Sekuritas per Maret 2026. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga dan kerugian modal.

Load More