- IHSG diprediksi melemah pada Senin, 2 Maret 2026, akibat meningkatnya tensi geopolitik antara Israel, AS, dan Iran.
- Eskalasi konflik ini berdampak pada minyak mentah sebab Iran menutup Selat Hormuz yang vital bagi suplai global.
- Pasar domestik menantikan data inflasi Februari 2026 dan neraca dagang seiring proyeksi koreksi IHSG.
Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melemah pada Senin (2/3/2026). Hal ini dikarenakan tensi perang yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat (IHSG).
"Awal pekan, IHSG (02/3) kami perkirakan bergerak mixed cenderung melemah dengan fluktuasi tinggi dalam rentang level support 8.050 dan resistance 8.370 dengan indikator MACD menunjukkan penguatan tren yang mulai terbatas," ujar VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi kepada Suara.com, Minggu (1/3/2026).
Dia mengatakan penyebab IHSG melemah adalah peningkatan eskalasi geopolitik antara Israel dan AS dengan Iran telah menewaskan Supreme Leader Khamenei. Hal ini akan berdampak negatif berkepanjangan untuk pasar jika terjadi lanjutan serangan balasan dari Iran.
Selain itu, dampak terhadap minyak mentah juga akan signifikan, seiring dengan pernyataan ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran. Sebab 20 persen konsumsi minyak hlobal melalui area tersebut.
"Ini juga terjadi penurunan pergerakan kapal tanker dengan kekhawatiran terdampak," katanya.
Sedangkan dalam negeri, pasar menantikan rilis data inflasi Februari 2026 yang diperkirakan tumbuh 4 pesen atau tertinggi sejak Mei 2023. Meski demikian, memang disebabkan karena faktor musiman dan base effect (diskon tarif listrik awal tahun 2025).
"Sehingga, pasar akan cenderung merespon moderat. Selain itu, pasar juga akan menantikan rilis data S&P PMI manufaktur yang diperkirakan di zona ekspansi atau di level 52 dan juga rilis balance trade yang diperkirakan terjadi peningkatan surplus menjadi USD 2,7 miliar per Januari 2026," jelasnya.
Dia pun menyarankan beberapa saham yang cuan untuk perdagangan besok yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dan juga PT GTS International Tbk (GTSI)
"ANTM, spec buy Support: 4.240 resistance: 4.600, lalu ESSA, spec buy Support: 610 resistance705 dan GTSI, spec buy Support: 276 resistance: 360," jelasnya.
Baca Juga: IHSG Loyo, Kapitalisasi BEI Merosot 1,03% Pekan Ini, Jadi Rp 14.787 triliun
Dalam kesempatan yang sama Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG juga diramal akan berada di zona merah.
"Untuk Senin, kami perkirakan IHSG koreksi dengan support 8.139 dan resist 8.306, dimana akan dipengaruhi oleh rilis data neraca dagang dan inflasi Indonesia dan memanasnya konflik geopolitik Timur Tengah yg sedang berlangsung lalu pergerakan harga komoditas dunia," katanya.
Dia pun menyarankan beberapa saham yang bisa dibeli saat IHSG melemah. Diantaranya adalah PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Unilever Tbk (UNVR).
"Untuk saham dapat cermati INDY (3.910-4.200), TAPG (1.670-1.745), dan UNVR (2.490-2.590)," jelasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
-
Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah
-
Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen
-
Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas
-
IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?
-
Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya