- Momentum penguatan peran penyelamatan nasional di tengah bulan Ramadhan.
- Pemerintah dorong pembaruan alat canggih guna hadapi risiko perkotaan.
- Pemda diminta prioritaskan dana sarpras untuk proteksi aset dan jiwa warga.
Suara.com - Tepat hari ini, 1 Maret 2026, Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) merayakan hari jadinya yang ke-107 tahun. Di balik perayaan bertema “Mengabdi Untuk Keselamatan Negeri” ini, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan sinyal kuat mengenai urgensi transformasi anggaran dan modernisasi peralatan pemadam di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa di usia yang telah melampaui satu abad, Damkarmat dituntut untuk adaptif terhadap dinamika risiko perkotaan yang kian kompleks. Bukan sekadar memadamkan api, namun telah bergeser menjadi garda terdepan penyelamatan multifungsi.
“Peran Damkarmat kini semakin kompleks. Selain penanganan kebakaran, mereka terlibat dalam operasi non-kebakaran, evakuasi bencana, hingga penanganan gangguan hewan berbahaya. Ini membutuhkan kesiapan infrastruktur yang mumpuni,” ujar Safrizal dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).
Secara ekonomi, efisiensi perlindungan aset publik dan keselamatan jiwa sangat bergantung pada kecepatan respons (response time). Oleh karena itu, Safrizal mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak lagi menomorduakan dukungan anggaran bagi satuan pemadam kebakaran.
Investasi pada modernisasi peralatan dan penguatan kapasitas SDM dianggap sebagai langkah krusial. Pemerintah memandang bahwa sarana prasarana yang canggih bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar dalam meminimalisir kerugian materiil akibat bencana di daerah.
Menariknya, peringatan tahun ini bertepatan dengan suasana bulan suci Ramadhan. Safrizal menekankan bahwa meski personel tengah menjalankan ibadah puasa, standar pelayanan minimum (SPM) tetap menjadi prioritas utama.
“Di tengah ibadah puasa, para personel tetap siaga 24 jam. Semangat pengabdian ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang selaras dengan nilai-nilai Ramadhan,” imbuhnya.
Adapun puncak peringatan HUT Damkar ke-107 rencananya akan digelar secara besar-besaran di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 30 April 2026 mendatang. Momentum ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan koordinasi lintas sektor demi mewujudkan keselamatan negeri yang lebih terintegrasi.
Baca Juga: Anggota Damkar Depok Diteror Usai Video Sindir Oknum Brimob Viral
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?
-
Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?
-
Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong
-
Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda
-
Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
-
DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga