- PMMP rugi USD15,1 juta pada 2025, anjlok 1.009% akibat penjualan yang amblas 97%.
- Laporan keuangan PMMP raih opini Disclaimer karena auditor kekurangan bukti audit.
- Efisiensi operasional dan restrukturisasi utang jadi pemicu kendala audit emiten Kaesang.
Suara.com - Awan mendung menggelayuti PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP). Emiten pengolah makanan beku yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep, ini mencatatkan kinerja keuangan yang babak belur sepanjang tahun buku 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, PMMP harus menelan pil pahit dengan tabulasi rugi bersih mencapai USD15,1 juta atau setara Rp238,58 miliar (asumsi kurs Rp15.800/USD). Angka ini terjun bebas hingga 1.009,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih membukukan laba bersih sebesar USD1,66 juta.
Keterpurukan ini otomatis menyeret rugi per saham dasar perseroan menjadi USD0,0058, berbanding terbalik dari posisi surplus USD0,0006 di akhir 2024.
Merosotnya laba bersih dipicu oleh kinerja operasional yang lumpuh. Penjualan bersih PMMP tercatat hanya sebesar USD7,09 juta, anjlok drastis 97,8 persen dari capaian akhir 2024 yang senilai USD49,61 juta.
Kondisi ini diperparah dengan rugi kotor yang terkumpul sebesar USD301,37 ribu, membengkak 103,55 persen dari posisi laba kotor tahun sebelumnya sebesar USD8,47 juta. Di sisi neraca, total aset menciut menjadi USD208,3 juta, sementara liabilitas justru membengkak menjadi USD259,81 juta, yang memicu defisiensi modal sebesar USD51,5 juta.
Tak hanya kinerja keuangan yang memerah, kredibilitas laporan keuangan PMMP juga dipertanyakan. Kantor Akuntan Publik (KAP) Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan memberikan opini "Tidak Menyatakan Pendapat" (Disclaimer of Opinion) atas laporan keuangan tahun buku 2024.
Auditor mengaku tidak mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat untuk memberikan opini. Manajemen PMMP berdalih, kondisi ini disebabkan oleh penyesuaian operasional sejak awal 2025, termasuk pengurangan karyawan dan penutupan sejumlah lokasi operasional yang menghambat proses pendokumentasian.
"Pencarian dokumen atas sampel yang diminta auditor membutuhkan waktu lebih lama akibat keterlambatan proses pengelolaan dan penyimpanan dokumen pendukung," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.
Selain itu, adanya pergantian KAP di tengah proses restrukturisasi utang atas permintaan debitur bank turut memperumit proses audit.
Baca Juga: Berkunjung ke Pesantren Al Falah Ploso, Kaesang Didoakan Sukses
Menanggapi rapor merah dan opini disclaimer tersebut, manajemen PMMP berencana menggelar Public Expose insidentil untuk memberikan klarifikasi kepada publik. Perseroan mengklaim tetap optimis terhadap kelangsungan usaha dengan adanya kontrak penjualan baru dan dukungan dari pemasok.
Langkah efisiensi terus dilakukan, sembari berkomitmen memperbaiki kualitas laporan keuangan guna memenuhi kepatuhan terhadap regulasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!
-
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
-
Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi
-
Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit