- Eropa menghadapi krisis energi akibat terputusnya gas Rusia dan gangguan Selat Hormuz oleh konflik AS-Israel-Iran.
- Pipa Druzhba yang vital mengalami kerusakan akibat serangan Rusia, memicu ketegangan antara Ukraina dan negara penerima.
- Ukraina menolak inspeksi perbaikan pipa karena bahaya perang, sementara negara penerima mencurigai motif politik di baliknya.
Suara.com - Eropa berada dalam posisi yang sangat terjepit; di satu sisi mereka harus menghadapi kenyataan pahit terputusnya total pasokan gas dari Rusia akibat sanksi dan kerusakan infrastruktur, sementara di sisi lain, jalur nadi energi dunia di Selat Hormuz mulai terkendala serius.
Eskalasi perang terbuka yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu stabilitas pasokan migas di Timur Tengah secara masif.
Blokade di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima perdagangan minyak global, telah menyebabkan kapal-kapal tanker tertahan dan produksi melambat.
Kondisi ini membuat ketergantungan terhadap jalur pipa darat di daratan Eropa, seperti Pipa Druzhba, menjadi sangat krusial sekaligus memicu ketegangan diplomatik baru antara Ukraina dan negara-negara tetangganya.
Ukraina saat ini berada di bawah tekanan besar dari Uni Eropa untuk segera mengizinkan inspeksi terhadap pipa minyak Druzhba yang rusak.
Infrastruktur vital yang menyalurkan minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia ini dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Moskow pada Januari lalu.
Namun, keraguan mulai muncul dari negara-negara penerima aliran minyak yang mencurigai adanya motif politik di balik penghentian operasional tersebut.
Hongaria dan Slovakia menuduh Kyiv sengaja menghentikan aliran minyak untuk menekan negara-negara yang dianggap pro-Kremlin.
Sebaliknya, Kyiv bersikeras bahwa infrastruktur tersebut memang hancur dan membahayakan jika dipaksa beroperasi.
Baca Juga: Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
Ketidakhadiran tim verifikasi independen di lokasi kerusakan membuat Uni Eropa mulai meragukan klaim Ukraina, di tengah situasi energi Benua Biru yang kian kritis.
CEO Naftogaz, Sergii Koretskyi, memberikan rincian teknis mengenai tingkat kehancuran yang terjadi untuk menepis tuduhan sabotase politik.
Menurutnya, serangan Rusia menghantam tangki penyimpanan minyak berkapasitas 75.000 meter kubik, memicu kebakaran hebat yang baru bisa dipadamkan setelah 10 hari.
Luasnya area yang terdampak membuat proses pembersihan dan penilaian awal berjalan sangat lambat.
Kerusakan tidak hanya terjadi pada pipa, tetapi juga pada peralatan pemantauan kebocoran, kabel listrik, dan transformator utama.
Koretskyi menggambarkan besarnya dampak serangan tersebut sebagai salah satu kebakaran reservoir minyak terbesar di Eropa dengan diameter mencapai ukuran lapangan sepak bola.
Berita Terkait
-
Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai
-
Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia
-
Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia
-
Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?
-
Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bikin Cemas! Penampilan Terbaru Salman Khan yang Tampak Lemah dan Menua Jadi Sorotan
-
Bahlil Optimistis Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Kuat Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
-
Di Balik Layar Kesuksesan UMKM, Sosok Mantri BRI yang Tak Lelah Mendampingi
-
Efisiensi Pabrik Isuzu Karawang Melahirkan Unit Traga dan Elf Setiap Tujuh Menit
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis
-
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina
-
3 Zodiak yang Diprediksi Menarik Kekayaan Besok 22 Juli 2026, Pintu Rezeki Terbuka
-
Pindar Samir Tumbuh 84% di Semester Pertama 2026
-
Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM