Bisnis / Energi
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:14 WIB
Selat Hormuz (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Eropa menghadapi krisis energi akibat terputusnya gas Rusia dan gangguan Selat Hormuz oleh konflik AS-Israel-Iran.
  • Pipa Druzhba yang vital mengalami kerusakan akibat serangan Rusia, memicu ketegangan antara Ukraina dan negara penerima.
  • Ukraina menolak inspeksi perbaikan pipa karena bahaya perang, sementara negara penerima mencurigai motif politik di baliknya.

“Sejumlah besar peralatan, kabel listrik, transformator, dan sistem deteksi kebocoran yang bertanggung jawab untuk penyegelan pipa mengalami kerusakan. Serangan udara tersebut menyebabkan kebakaran di reservoir minyak terbesar di Eropa, dengan diameter sebesar lapangan sepak bola.,” jelas Koretskyi, dilansir via TheFinancialTimes.

Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa melakukan perbaikan di tengah kondisi perang tanpa adanya gencatan senjata adalah tugas yang sangat berbahaya.

Selain keterbatasan sumber daya, pengiriman kru teknisi ke area yang berpotensi menjadi target serangan susulan dianggap tidak masuk akal oleh para pejabat di Kyiv.

Tekanan Harga Energi dan Blokade Selat Hormuz

Sengketa ini menjadi semakin mendesak mengingat harga energi global yang terus meroket menyusul konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan minyak dan gas dunia.

Terganggunya keamanan di Selat Hormuz secara otomatis memotong akses Eropa terhadap alternatif migas dari kawasan Teluk. Saat pasokan gas Rusia terputus dan migas Timur Tengah terkendala perang, pipa Druzhba seharusnya menjadi salah satu jalur alternatif, namun kini justru lumpuh total.

Load More