- Eropa menghadapi krisis energi akibat terputusnya gas Rusia dan gangguan Selat Hormuz oleh konflik AS-Israel-Iran.
- Pipa Druzhba yang vital mengalami kerusakan akibat serangan Rusia, memicu ketegangan antara Ukraina dan negara penerima.
- Ukraina menolak inspeksi perbaikan pipa karena bahaya perang, sementara negara penerima mencurigai motif politik di baliknya.
“Sejumlah besar peralatan, kabel listrik, transformator, dan sistem deteksi kebocoran yang bertanggung jawab untuk penyegelan pipa mengalami kerusakan. Serangan udara tersebut menyebabkan kebakaran di reservoir minyak terbesar di Eropa, dengan diameter sebesar lapangan sepak bola.,” jelas Koretskyi, dilansir via TheFinancialTimes.
Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa melakukan perbaikan di tengah kondisi perang tanpa adanya gencatan senjata adalah tugas yang sangat berbahaya.
Selain keterbatasan sumber daya, pengiriman kru teknisi ke area yang berpotensi menjadi target serangan susulan dianggap tidak masuk akal oleh para pejabat di Kyiv.
Tekanan Harga Energi dan Blokade Selat Hormuz
Sengketa ini menjadi semakin mendesak mengingat harga energi global yang terus meroket menyusul konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan minyak dan gas dunia.
Terganggunya keamanan di Selat Hormuz secara otomatis memotong akses Eropa terhadap alternatif migas dari kawasan Teluk. Saat pasokan gas Rusia terputus dan migas Timur Tengah terkendala perang, pipa Druzhba seharusnya menjadi salah satu jalur alternatif, namun kini justru lumpuh total.
Berita Terkait
-
Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai
-
Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia
-
Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia
-
Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?
-
Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Tukar Uang Baru di Bank Minimal Berapa? Ini Batas BI Jelang Lebaran 2026
-
GoTo dan Grab Guyur BHR Lebaran Rp220 Miliar
-
Fitch Ratings Turunkan Peringkat Outlook Indonesia dari Stabil ke Negatif
-
IHSG Semakin Hancur pada Sesi I, Turun 4% dan 748 Saham Merah
-
Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara
-
Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik
-
Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha
-
Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz
-
Harga Perak Antam Ambles Parah, Efek 'Super Dollar' Guncang Pasar Logam Mulia
-
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922