News / Internasional
Rabu, 04 Maret 2026 | 12:59 WIB
Pipa gas di stasiun kompresor Atamanskaya, fasilitas proyek Power Of Siberia Gazprom di luar kota Svobodny, di Amur, Rusia, 29 November 2019. (ANTARA/Reuters/Maxim Shemetov/as)
Baca 10 detik
  • Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, menunda bantuan Uni Eropa 90 miliar Euro karena sengketa pemotongan aliran minyak pipa Druzhba Ukraina.
  • Orban menuduh Ukraina memutus minyak atas klaim kerusakan serangan udara, bahkan mengklaim memiliki bukti satelit membantah klaim Kyiv.
  • Presiden Ukraina mengkritik pemblokiran dana vital tersebut, sementara Uni Eropa kesulitan mencari solusi atas isu transparansi pipa.

Suara.com - Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, secara resmi menunda persetujuan paket bantuan Uni Eropa senilai 90 miliar Euro yang sangat dibutuhkan Kyiv untuk bertahan hidup dan membiayai pertahanan militer mereka.

Langkah berani ini diambil Orban sebagai bentuk protes atas penghentian aliran minyak melalui pipa Druzhba yang melintasi wilayah Ukraina.

Hongaria, bersama Slovakia, menuduh Kyiv sengaja memutus aliran minyak mentah dari Rusia dengan dalih kerusakan akibat serangan udara Moskow.

Saat ini, Eropa juga dikabarkan tengah mengalami tekanan karena perang Iran memotong pasokan gas dan minyak. Penyebabnya karena selat Hormuz yang menjadi jalur ekonomi dari Timur Tengah ditutup oleh perang AS-Israel-Iran.

Orban bahkan mengeklaim memiliki bukti satelit yang menunjukkan bahwa pipa tersebut tidak mengalami kerusakan separah yang dilaporkan oleh pihak Ukraina.

Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh situasi politik dalam negeri Hongaria. Menjelang pemilihan umum yang diprediksi akan berlangsung sengit, Orban dituduh menggunakan isu ini untuk memperkuat basis dukungannya melalui sentimen anti-Ukraina.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, tidak tinggal diam dan mengkritik keras tindakan Orban yang dianggap menjadikan bantuan kemanusiaan dan militer sebagai alat kampanye.

"Sekarang Anda memblokir 90 miliar Euro... uang yang kami butuhkan untuk persenjataan, untuk kelangsungan hidup kami," tegas Zelenskiy dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, Senin (2/3/2026).

Di sisi lain, Uni Eropa berada dalam posisi sulit. Beberapa diplomat senior menilai Ukraina telah melakukan "gol bunuh diri" dengan memberikan alasan bagi Hongaria untuk memblokir dana tersebut.

Baca Juga: Isu Jenderal Israel Ancam Indonesia Viral, Netizen +62 Ramai Beri Respons Kocak

Transparansi mengenai kondisi pipa Druzhba dianggap sebagai kunci untuk mencairkan kebuntuan ini, namun hingga kini Kyiv masih menutup akses bagi inspektur independen.

Load More