- Pasukan Israel menyerang Lebanon di Beirut Raya, Aramoun, dan Baalbek, mengakibatkan korban jiwa serta kerusakan bangunan signifikan.
- Serangan tanpa peringatan di Hazmieh menargetkan Hotel Comfort; total enam tewas dan delapan luka di Beirut saja.
- Sebagai balasan langsung, Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel, memicu peringatan darurat dan kenaikan harga gas global.
Suara.com - Pasukan Israel dilaporkan telah meluncurkan serangan udara dahsyat yang menghantam wilayah perbatasan Hazmieh dan Baabda, yang merupakan bagian dari area metropolitan Beirut Raya.
Serangan ini memicu kepanikan luar biasa karena dilakukan tanpa peringatan dini, sebuah indikasi kuat adanya upaya pembunuhan terencana terhadap target tingkat tinggi.
Target utama dalam operasi tersebut adalah Hotel Comfort.
Mengutip laporan Al Jazeera, jumlah pasti korban jiwa masih dalam tahap verifikasi, sementara militer Israel masih bungkam mengenai sosok atau entitas spesifik yang menjadi sasaran serangan di jantung Lebanon tersebut.
Aksi militer tidak hanya terfokus di Beirut. Sepanjang malam, gelombang ledakan menghiasi langit Lebanon. Sebuah bangunan residensial di wilayah Aramoun hancur lebur, disusul serangan di desa Sadiyath yang terletak lebih jauh ke selatan.
Kementerian Kesehatan Lebanon memberikan konfirmasi awal yang memilukan: sedikitnya enam orang dinyatakan tewas dan delapan lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, di bagian timur negara itu, kota Baalbek yang berdekatan dengan perbatasan Suriah juga tidak luput dari gempuran.
Sebuah gedung apartemen menjadi sasaran, menewaskan empat orang dan melukai 11 orang lainnya. Angka kematian ini diprediksi masih akan terus bertambah seiring proses evakuasi di reruntuhan bangunan.
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa armada ambulans telah dikerahkan secara masif ke lokasi kejadian di Hazmieh.
Baca Juga: Presiden Perancis Sebut Serangan ke Iran 'Ilegal', Trump Ancam Boikot Sekutu Barat
Cuplikan video yang telah diverifikasi menunjukkan kondisi bangunan yang hancur, jendela-jendela yang pecah, serta puing-puing yang berserakan di jalanan sekitar hotel.
Menanggapi eskalasi yang kian tak terkendali, Iran secara resmi meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Militer Israel mengonfirmasi adanya ancaman udara tersebut dan menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka tengah bekerja keras untuk melakukan intersepsi.
Sirine peringatan bahaya bergema di seluruh wilayah Israel. Pemerintah setempat telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh warga sipil untuk segera memasuki bunker atau ruang pelindung dan dilarang keluar hingga ada pengumuman lebih lanjut.
"Masyarakat hanya diizinkan keluar setelah menerima instruksi eksplisit; teruslah bertindak sesuai arahan Komando Front Dalam Negeri," tegas pihak militer dalam pernyataan resminya.
Dampak dari perluasan konflik ini segera menjalar ke sektor ekonomi dunia. Harga gas di pasar Eropa dilaporkan melonjak tajam seiring kekhawatiran akan terganggunya jalur distribusi energi.
Qatar, salah satu produsen energi utama dunia, dilaporkan mulai memperlambat produksi mereka, yang secara langsung memukul suplai global.
Kondisi ini kembali memicu perdebatan panas di kalangan pemimpin Uni Eropa mengenai kebijakan energi mereka.
Muncul desakan untuk mempertimbangkan kembali penggunaan energi murah dari Rusia guna menstabilkan ekonomi, sebuah isu yang sangat sensitif di tengah sanksi internasional yang masih berjalan.
Berita Terkait
-
Usai Iran, Kini Turki Dianggap Ancaman: Apa Itu Greater Israel?
-
Perang Lawan Iran Belum Kelar, Israel Kini Sebut Turki Target Selanjutnya
-
2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak Perang Iran vs AS - Israel, Stok BBM Nasional Cuma Aman 20 Hari?
-
Viral Warganet Temukan Rudal Sudah Siaga di Jawa Timur, Benarkah?
-
Ancaman Iran di Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia di Ambang Krisis
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
Terkini
-
BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000
-
Cek Langsung Pelayanan, Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Sejumlah SPBU di Bali
-
IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an
-
Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia
-
Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!
-
Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah
-
Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini
-
Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an