- Sebuah drone menghantam area parkir Konsulat AS di Dubai pada Selasa (3/3/2026), menyebabkan kebakaran kecil tanpa korban luka.
- Drone yang diduga milik Iran tersebut menghantam tak lama sebelum serangan serupa di Kedutaan Besar AS Arab Saudi.
- Akibat rentetan insiden ini, Kedutaan Besar AS di Kuwait ditutup sementara dan AS membantu evakuasi warga negaranya.
Suara.com - Sebuah pesawat tak berawak (drone) dilaporkan menghantam area di sekitar Konsulat Amerika Serikat (AS) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (3/3/2026). Insiden tersebut memicu kebakaran berskala kecil, namun otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka dalam peristiwa ini.
Kantor Media pemerintah Dubai melalui pernyataan resminya membenarkan adanya insiden tersebut.
“Pihak berwenang Dubai telah mengkonfirmasi bahwa kebakaran yang diakibatkan oleh insiden terkait drone di dekat Konsulat AS telah berhasil dipadamkan,” dikutip dari The Guardian, pada Rabu (4/3/2026).
Pihak berwenang menambahkan bahwa tim darurat langsung dikerahkan ke lokasi sesaat setelah kejadian. Dalam pembaruan informasi sekitar 45 menit kemudian, diumumkan bahwa api telah padam sepenuhnya tanpa ada satupun laporan mengenai korban cedera.
“Pihak berwenang Dubai menegaskan kembali komitmen mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan semua orang,” tulis keterangan tersebut.
Terkait detail insiden, seorang pejabat AS bersama perwakilan pemerintah Dubai mengkonfirmasi kepada Wall Street Journal bahwa drone tersebut jatuh dan menabrak area parkir konsulat.
Hal ini sejalan dengan rekaman video yang viral di media sosial, yang memperlihatkan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi di dekat konsulat AS tersebut.
Laporan dari New York Times yang mengutip stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyebutkan bahwa drone yang menghantam konsulat AS di Dubai tersebut merupakan milik Iran.
Serangan Drone Ke Kedubes AS di Arab Saudi
Baca Juga: Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia
Insiden di Dubai terjadi di tengah eskalasi ancaman terhadap fasilitas diplomatik AS di Timur Tengah. Sehari sebelumnya pada Senin (2/3/2026), Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengkonfirmasi adanya serangan dua drone yang menyasar Kedutaan Besar AS di Arab Saudi.
Serangan tersebut memicu kebakaran terbatas dan menyebabkan kerusakan material berskala ringan.
Menyikapi situasi keamanan terkini, Kedutaan Besar AS di Saudi telah menginstruksikan seluruh warga negara Amerika di wilayah Jeddah, Riyadh, dan Dhahran untuk tetap berlindung di tempat mereka masing-masing.
Dampak dari rentetan serangan ini juga meluas ke negara tetangga. Pada Selasa, Kedutaan Besar AS di Kuwait mengeluarkan pengumuman bahwa mereka akan menghentikan operasional dan "ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut".
Merespons eskalasi yang terjadi, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Selasa malam menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri kini tengah bergerak cepat untuk membantu warga Amerika yang ingin segera meninggalkan kawasan Timur Tengah. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia
-
Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia
-
Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?
-
Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara
-
Usai Iran, Kini Turki Dianggap Ancaman: Apa Itu Greater Israel?
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!