-
PINTU bekerja sama dengan ARKI dengan menjadi sponsor Gathering Akbar ARKI Yogyakarta untuk membahas bisnis kost dan investasi crypto.
-
PINTU memberikan edukasi investasi crypto kepada pengusaha kost, termasuk dasar investasi, manajemen risiko, dan pentingnya riset.
-
Kolaborasi properti dan blockchain semakin berkembang, termasuk potensi tokenisasi properti yang diproyeksikan tumbuh besar hingga 2035.
Suara.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjalin kerja sama dengan Asosiasi Rumah Kost Indonesia (ARKI).
Kerja sama ini dengan menjadi sponsor di acara Gathering Akbar ARKI Yogyakarta yang bertemakan "Merancang Warisan, Mengamankan Masa Depan Bisnis Kost" pada 7 Februari 2026.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum ARKI Florencia Irena Lipin, Founder Belajar Bitcoin Angga Andinata, dan SVP Strategy & Business PINTU Andy Putra.
Andy Putra dalam sambutannya mengungkapkan, "Kami mengapresiasi rekan-rekan ARKI yang telah membuka ruang kolaborasi dan diskusi mengenai perkembangan industri rumah kost dan aset crypto."
"Kami melihat anggota ARKI sangat terbuka dan antusias mempelajari cara kerja investasi aset crypto, termasuk memahami manfaat dan risikonya. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah dan pemahaman yang komprehensif mengenai industri aset digital," ujarnya.
Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan literasi aset crypto, PINTU di acara Gathering Akbar ARKI memberikan edukasi mengenai dasar-dasar investasi crypto, manajemen risiko, serta pentingnya melakukan riset sebelum berinvestasi.
Edukasi ini ditujukan agar para pengusaha kost dapat mengelola hasil usaha mereka secara lebih terdiversifikasi dan terukur.
Ketua ARKI, Florencia Irena Lipin menyambut baik kehadiran PINTU di acara Gathering Akbar ARKI Yogyakarta.
"Kehadiran PINTU dalam acara ARKI merupakan langkah yang sangat positif dan inovatif. Kami menilai PINTU membantu memberikan wawasan baru bagi para pemilik kost bahwa keuntungan dari hasil sewa dapat dikelola lebih produktif melalui aset digital," katanya.
"Selain itu, antarmuka aplikasi PINTU yang user-friendly memudahkan para owner kost yang baru mengenal crypto, yang mayoritas berasal dari Generasi X. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis properti tradisional seperti rumah kost tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial."
Industri crypto dan industri properti kini semakin terhubung melalui pemanfaatan teknologi blockchain, salah satunya melalui tokenisasi aset properti.
Dikutip dari Pintu Academy, tokenisasi properti merupakan proses di mana nilai properti fisik direpresentasikan menjadi token digital yang dapat dibeli, dijual, dan diperdagangkan di platform blockchain.
Setiap token mewakili kepemilikan sebagian atas properti tersebut, sehingga memungkinkan investor untuk berpartisipasi dalam pasar properti secara lebih fleksibel.
Berdasarkan data dari Deloitte Center for Financial Services, pasar tokenisasi properti diproyeksikan tumbuh dari sekitar US$300 miliar pada 2024 menjadi US$4 triliun pada 2035.
Proyeksi ini menunjukkan besarnya potensi integrasi antara sektor properti dan teknologi blockchain di masa depan.
"Ke depan, kami berharap PINTU dan ARKI dapat terus menjadi mitra strategis dalam menghadirkan edukasi dan akses investasi yang aman serta transparan. Kami percaya kolaborasi lintas industri seperti ini dapat memperluas literasi keuangan digital dan membuka peluang diversifikasi aset bagi para pengusaha kost di Indonesia," tukas Andy Putra.
Berita Terkait
-
Pemerintah Mau Sungguh-sungguh Memberantas Korupsi? Gibran: Koruptor Harus Dimiskinkan
-
Modernisasi Transaksi Aset Game Lewat Sistem 'Escrow' Berbasis Komunitas
-
Bitcoin hingga Ethereum Melemah, Indeks Kripto CFX10 Turun ke Level 776,51
-
RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR
-
Ada Aset Diduga Berasal dari Dana Lender PT Dana Syariah Indonesia, 32 Pihak Diperiksa
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Apakah Cushion OMG Cocok untuk Kulit Berjerawat? Kenali Klaimnya sebelum Membeli
-
Krisis Iklim Sebabkan Warga Indonesia Kehilangan 84 Jam Tidur per Tahun: Apa Dampaknya?
-
Beli Pulsa dan Paket Data Indosat di BRImo Dapat Cashback 10 Persen
-
Rakyat Tak Butuh Birokrasi Berbelit dan Pemimpin yang Tak Bekerja
-
Di Tengah Evakuasi Korban Gempa Bumi Kumamoto, Jepang Diterjang Cuaca Panas Ekstrem
-
Kaget Tiga Kepala Dinas Ikut Diperiksa KPK, Ini Dalih Plt Bupati Sukoharjo
-
Review Good Partner: Saat Berpisah Ternyata Bisa Jadi Bentuk Tanggung Jawab
-
Cegah Kesewenang-wenangan, DPR Jaga Keseimbangan Hak Negara dan Individu di RUU Perampasan Aset
-
Chery J6T CSH Sudah Bisa Dipesan, Siap Tempuh Jakarta - Banyuwagi Dalam Sekali Pengisian
-
Sukses Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Raih Apresiasi Pemerintah atas Penyaluran KUR Perumahan