- Konflik Timur Tengah ancam lumpuhkan transit 90 juta penumpang di hub Dubai dan Doha.
- Gangguan penerbangan dan logistik laut global memicu ketidakpastian ekonomi internasional.
- Presiden Prabowo instruksikan penguatan pasar domestik 287 juta jiwa hadapi krisis global.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini berada dalam radar serius pemerintah Indonesia. Bukan sekadar urusan politik, konflik ini mengancam akan melumpuhkan urat nadi mobilitas internasional, mulai dari penerbangan hingga jalur logistik laut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, blak-blakan menyebut bahwa kondisi global saat ini semakin tidak menentu. Pemerintah kini dalam posisi siaga mengantisipasi dampak domino dari krisis tersebut terhadap arus pergerakan manusia dan barang di level global.
"Walaupun kita melihat ketidakpastian begitu tinggi. Kita belum tahu berapa lama perang terjadi, dan berapa lama transportasi terganggu terutama dari Timur Tengah," ujar Airlangga dalam peluncuran program BINA Lebaran 2026 di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Timur Tengah bukan sekadar kawasan konflik ia adalah jantung transit dunia. Airlangga menyoroti bagaimana maskapai besar dan bandara internasional di wilayah tersebut, seperti Dubai dan Doha, kini terhimpit situasi sulit.
Laporan menyebutkan ribuan penerbangan dibatalkan dan wilayah udara ditutup, memaksa maskapai memutar otak mencari rute alternatif yang lebih jauh dan mahal.
"Bayangkan di Timur Tengah, Dubai, Qatar, Doha tidak terbang. Padahal satu tahun mereka 90 juta orang yang transit. Jadi sangat berpengaruh," tegas Airlangga.
Tak hanya di udara, ancaman juga nyata di permukaan laut. Jalur pelayaran internasional yang melewati kawasan sensitif tersebut kini dihantui risiko tinggi, yang berdampak langsung pada kelancaran distribusi logistik global.
"Kapal juga sebagian juga tidak berjalan," tambahnya singkat, menggambarkan betapa seriusnya hambatan pada rantai pasok saat ini.
Menghadapi badai global ini, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi tegas: perkuat benteng ekonomi dalam negeri. Airlangga menekankan bahwa Indonesia harus memanfaatkan kekuatan internal untuk menjaga stabilitas.
Baca Juga: Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Dengan populasi mencapai 287 juta jiwa, Indonesia adalah pasar terbesar di ASEAN. Inilah yang akan menjadi "bumper" atau bantalan ekonomi saat dunia internasional sedang berguncang.
"Arahan dari Bapak Presiden, Pak Prabowo, supaya memang domestic market kita diperkuat dan dipertebal. Karena semua negara mencari pasar besar, dan Indonesia adalah yang terbesar di kawasan ini," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya
-
Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga
-
Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle
-
Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen
-
Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya
-
Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah
-
Panas Bumi Indonesia Melesat, PGE Dapat Suntikan Dana Rp7,8 Triliun untuk 3 Proyek Strategis
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,88 Juta per Gram, Masih Jadi Investasi Incaran?