Entertainment / Gosip
Kamis, 05 Maret 2026 | 06:30 WIB
Chef Will Goldfarb bersama inovasi desert yang dibuat dari jamu dalam Nuanu Future Talks, Tabanan, Bali, Rabu, 4 Maret 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Koki pastry dunia Will Goldfarb berhasil mengubah jamu menjadi hidangan mewah berupa meringue di acara Nuanu Future Talks.
  • Kreasi kulinernya menggabungkan teknik Jepang (sando) dengan kekayaan alam lokal Bali seperti murbei dan bunga kebun.
  • Melalui pusat gastronomi Sutala, Will menekankan penggunaan tanaman obat dan rasa hormat terhadap tradisi lokal dalam setiap karyanya.

Suara.com - Nuanu Creative City baru saja menggelar acara bertajuk Nuanu Future Talks. Acara ini merupakan langkah awal untuk proses kurasi Sutala, sebuah distrik kuliner di Tabanan, Bali.

Sutala nantinya akan menjadi pusat gastronomi masa depan yang menggabungkan unsur budaya dan modernitas.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian dalam ajang ini adalah koki pastry ternama asal Amerika Serikat, Will Goldfarb.

Pria yang kini menetap di Ubud, Bali tersebut merupakan peraih gelar Koki Pastry Terbaik Dunia dalam daftar 50 Restoran Terbaik Dunia 2021.

Namanya semakin kondang setelah menjadi salah satu bintang utama dalam serial Netflix populer bertajuk Chef's Table: Pastry.

Dalam diskusi tersebut, Will memaparkan kreasi kuliner uniknya yang memadukan teknik Jepang dengan kekayaan alam lokal Bali.

"Kami membuat sando, semacam versi sandwich Jepang, bersama dengan talegis (krim kelapa karamel), lalu bunga-bunga dari kebun kami, serta murbei dari Bali Utara," ujarnya dalam talk show yang digelar di Nuanu Creative City, Tabanan pada Rabu, 4 Maret 2026.

Tak sekadar makanan penutup biasa, pemilik restoran Room4Dessert ini rupanya sangat menaruh perhatian pada penggunaan tanaman obat.

"Jadi, bukan suatu kebetulan jika kami begitu fokus pada tanaman obat, meskipun kami tidak pernah benar-benar membicarakannya," kata Will.

Baca Juga: Kreasi Takjil Makin Inovatif: Dari Kolak Klasik Menuju Kreasi Dessert Jelly yang Estetik

Inovasi paling mutakhir yang ia tunjukkan adalah keberhasilan mengubah minuman tradisional jamu menjadi hidangan penutup yang berkelas.

"Faktanya, kami mengambil Jamu dan menggunakannya untuk membuat hidangan penutup. Kalian bisa melihat di sini semacam meringue (kue busa ringan dan manis, populer di Perancis, Swiss, dan Italia) dari Jamu," jelasnya.

Will sangat menikmati proses pengolahan bahan tradisional tersebut menjadi karya seni kuliner yang bisa dinikmati oleh khalayak luas.

"Jadi ini adalah cara kami mengambil apa yang kami pedulikan, apa yang kami yakini, apa yang kami tanam," tuturnya.

Melalui kemahiran tangannya, Will Goldfarb ingin menerjemahkan rasa hormat yang mendalam terhadap tradisi Bali dan gaya hidup yang ia jalani saat ini.

Load More