Suara.com - Performa luar biasa dari emiten energi baru terbarukan (EBT), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) jadi salah satu yang menuai sorotan belakangan ini.
Saham ini mencatatkan sejarah setelah harganya meroket tajam dari level Rp890 pada Maret 2025 menjadi Rp11.825 pada Januari 2026. Kenaikan fantastis tersebut mencapai angka 1.000% hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.
Meskipun pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, saham ARKO sempat terkoreksi ke level Rp7.000, namun jika ditarik dalam rentang tahunan, saham ini masih menunjukkan performa gemilang dengan kenaikan akumulatif sekitar 660%.
Fluktuasi ini pun tak lepas dari sorotan para pemodal besar yang mendekam di dalam struktur kepemilikannya.
Daya tarik ARKO sebagai pemain utama pembangkit listrik tenaga air tak hanya memikat investor ritel, tetapi juga konglomerasi besar dan tokoh berpengaruh di Indonesia.
Bahkan beberapa konglomerat ikut mencaplok saham ini, beberapa diantaranya:
- Astra International masuk secara masif melalui anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR). Lewat PT Energia Prima Nusantara, Grup Astra menguasai 26,55% (777,4 juta lembar) saham. Ditambah lagi, kepemilikan melalui PT Bina Pertiwi Energi sebesar 4,94%, memperkuat posisi Astra sebagai salah satu pengendali utama.
- Pengusaha nasional Happy Hapsoro juga tercatat memiliki porsi signifikan. Suami Puan Maharani ini Hapsoro menggenggam 2,04% saham ARKO. Selain itu, ia juga memiliki kepemilikan tidak langsung melalui PT Sentosa Bersama Mitra sebesar 2,01%.
- Grup Lippo melalui entitas PT Star Pacific Tbk (LPLI), yang tercatat mengamankan kepemilikan sebesar 3,53% atau setara dengan 103,5 juta lembar saham.
Selain nama-nama besar di atas, terdapat beberapa institusi lain yang memiliki porsi di atas 1%, di antaranya PT Prospera Kapital Investama (1,90%), PT Tata Tirta Daun (1,62%), dan ACEI Singapore Holdings Private Ltd (1,07%).
Profil dan Proyek Strategis Arkora Hydro
Berdiri sejak tahun 2010, PT Arkora Hydro Tbk memposisikan diri sebagai pengembang pembangkit listrik tenaga air (hydropower) yang berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan.
Baca Juga: Prabowonomics Beraksi, Mengapa 28 Perusahaan Dicabut Izinnya dan Jatuh ke Danantara?
Melantai di bursa sejak 2022, perusahaan ini mengadopsi teknologi run-of-river yang ramah lingkungan karena tidak memerlukan bendungan besar yang merusak ekosistem.
Lini Bisnis dan Proyek Utama:
Model Bisnis: Menggunakan skema B2B dengan PT PLN (Persero) sebagai pembeli tunggal melalui Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) jangka panjang.
Proyek Operasional: Saat ini, ARKO telah mengoperasikan beberapa pembangkit strategis seperti PLTM Cikopo di Jawa Barat, serta PLTM Tomasa dan PLTM Yaentu di Sulawesi Tengah.
Proyek Pengembangan: Perusahaan tengah menggarap PLTM Kukusan 2 di Lampung yang saat ini masih dalam fase konstruksi, serta proyek pengembangan besar lainnya di Pongbembe.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Saham ASII Diborong Lagi saat Harganya Murah
-
Target 100 Juta Unit Astra Honda Motor Rayakan 55 Tahun Eksistensi di Indonesia
-
Sering Terobos Hujan Bikin Motor Rentan? Sudah Cek 5 Bagian Ini Biar Tetap Aman?
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
Emiten Milik Suami Puan Maharani Bakal Rights Issue Tahun 2026
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN