Bisnis / Keuangan
Senin, 09 Maret 2026 | 08:16 WIB
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto (kanan), dan Division Head Financial Institution & Capital Market Bank BTN, R. Wahju Budhi Witjaksono, (kiri) berfoto bersama usai menandatangani kerjasama Commercial Line Facility Kontra Bank Garansi antara Askrindo dan Bank BTN. Kerja sama ini juga bertujuan memperkuat dukungan pembiayaan dan penjaminan bagi pelaku usaha nasional serta memberikan kepastian dan mitigasi risiko dalam penerbitan bank garansi khususnya sektor konstruksi dan non-konstruksi. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Askrindo & Bank BTN jalin kerja sama Kontra Bank Garansi dengan fasilitas Rp1,5 triliun.
  • Kolaborasi ini fokus pada dukungan penjaminan proyek konstruksi dan non-konstruksi.
  • Strategi Askrindo perkuat portofolio non-program dan tata kelola risiko yang kredibel.

Suara.com - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus memperluas jangkauan bisnisnya. Terbaru, anggota Holding Asuransi dan Penjaminan Indonesia (Indonesia Financial Group/IFG) ini resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) melalui fasilitas Commercial Line Kontra Bank Garansi.

Tak tanggung-tanggung, kerja sama ini membuka peluang ekspansi bisnis bagi Askrindo dengan nilai fasilitas mencapai Rp1,5 triliun. Langkah ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi pelaku usaha di sektor konstruksi maupun non-konstruksi yang membutuhkan dukungan penjaminan dalam proses tender dan pelaksanaan proyek.

Penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, bersama Division Head Financial Institution & Capital Market Bank BTN, R. Wahju Budhi Witjaksono.

Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk memperdalam sinergi dengan perbankan nasional sekaligus memperluas penetrasi pasar suretyship.

"Kerja sama ini menjadi momentum penting bagi Askrindo untuk memperkuat peran sebagai mitra strategis perbankan dalam menyediakan solusi penjaminan yang kredibel dan berdaya saing," ujar Budhi dalam keterangan resminya, dikutip Senin (9/3/2026).

Dengan kapasitas jumbo sebesar Rp1,5 triliun, Askrindo optimistis mampu mendorong akselerasi proyek-proyek produktif nasional. Budhi menambahkan, penguatan lini bisnis commercial line ini juga bertujuan untuk memperbesar porsi portofolio non-program perusahaan.

Di tengah dinamika industri jasa keuangan, Askrindo memastikan setiap langkah ekspansi dibarengi dengan prinsip kehati-hatian (prudential). Budhi menekankan bahwa transformasi bisnis perusahaan tetap berlandaskan pada tata kelola perusahaan (GCG) yang kuat.

"Ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola dan manajemen risiko. Kami memastikan setiap langkah transformasi dilakukan secara terukur dan transparan," tegasnya.

Ke depan, sinergi antara Askrindo dan Bank BTN tidak hanya terbatas pada kontra bank garansi. Kedua belah pihak membuka ruang untuk pengembangan produk asuransi lainnya, mulai dari asuransi kredit hingga asuransi kebakaran, guna menjawab kebutuhan pengelolaan risiko yang semakin kompleks di masa depan.

Baca Juga: Purbaya Pastikan BI Independen, Tak Lagi Pakai Skema Burden Sharing

Load More