- Harga minyak dunia meroket di atas USD 118 per barel akibat konflik Timur Tengah.
- Bahlil kaji efisiensi energi nasional, enggan terburu-buru ikut jejak 4 hari kerja Filipina.
- Pemerintah percepat program B50 dan E20 sebagai solusi hadapi lonjakan harga minyak global.
Suara.com - Lonjakan harga minyak mentah dunia yang kian tak terkendali mulai memaksa negara-negara di Asia mengambil langkah ekstrem. Filipina, misalnya, resmi memangkas hari kerja menjadi hanya empat hari sepekan demi efisiensi energi.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai posisi Indonesia.
Bahlil menegaskan bahwa setiap negara memiliki "resep" berbeda dalam menghadapi krisis global. Menurutnya, Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan hitung-hitungan cermat sebelum mengambil kebijakan serupa.
"Kami lagi melakukan exercise. Apa yang dilakukan oleh negara lain itu kan tergantung dari kondisi masing-masing negara. Kita juga akan melihat seberapa penting dan langkah apa yang harus kita lakukan dalam rangka melakukan efisiensi," ujar Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).
Bagi Bahlil, efisiensi bukan sekadar mengerem pengeluaran kas negara, melainkan tentang bagaimana mengoptimalkan sumber daya domestik agar tidak terus "disandera" oleh fluktuasi harga global.
Alih-alih langsung latah mengikuti jejak Filipina memangkas hari kerja, Indonesia memilih jalur penguatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bantalan. Bahlil menyebut percepatan program B50 dan penerapan etanol (E20) akan menjadi solusi prioritas.
"Mungkin kita akan mendorong untuk kita mempercepat B50, salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20, etanol," cetusnya optimistis.
Kepanikan pasar energi global ini bukan tanpa alasan. Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu telah menjadi sumbu ledak harga minyak. Kondisi diperparah dengan aksi Iran menutup Selat Hormuz—jalur nadi yang memasok 20 persen kebutuhan minyak dunia.
Pantauan pasar pada Senin (9/3/2026) menunjukkan minyak brent melonjak lebih dari 25% hingga menembus USD 117,16 per barel, sementara WTI meroket drastis 30% ke level tertinggi harian di angka USD 118,82 per barel.
Baca Juga: Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang
Dengan harga minyak yang kini kokoh di atas USD 100 per barel, langkah pemerintah dalam melakukan exercise kebijakan energi nasional kini dinanti publik untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah badai krisis global.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
Terkini
-
Pekerja SPBU Terpapar Uap Berbahaya Tapi Upah Masih di Bawah UMP
-
Kiamat Energi Mengintai, Harga Minyak Dunia Meledak 30 Persen akibat Perang
-
Telkom Gelar GoZero% Innovation Festival, Dorong Solusi Nyata Pengelolaan Limbah
-
SPT Wajib Lewat CoreTax, Perusahaan Harus Siap Hadapi Sistem Pajak Baru
-
Minyak Dunia Tembus USD 100, Bahlil Cuma Omon-omon Janji Manis BBM Tak Naik?
-
Proyek Rusun Murah 18 Tower di Meikarta Mulai Dibangun, Sediakan 140 Ribu Unit
-
Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak
-
IHSG Semakin Terpuruk, 717 Saham Kebakaran
-
Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket
-
Minyak Mentah Cetak Rekor, Harga Sawit Ikutan Meroket!