Bisnis / Keuangan
Senin, 09 Maret 2026 | 21:14 WIB
Bank Indonesia. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia turun menjadi 125,2 pada Februari 2026, namun tetap optimis.
  • Keyakinan konsumen kuat karena persepsi membaiknya kondisi ekonomi saat ini, didukung IKE sebesar 115,9.
  • Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sedikit menurun ke 134,4, tetapi pandangan prospek ekonomi enam bulan tetap positif.

Suara.com - Survei Konsumen yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan. Adapun, IKK turun 1,8 poin dari sebelumnya 127 pada Januari 2026 menjadi 125,2 pada Februari 2026.

Namun, angka itu masih menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat pada Februari 2026.

Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada di level 125,2, masih berada pada zona optimistis karena berada di atas ambang batas 100.

Direktur Eksekutif Komunikasi, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kuatnya keyakinan konsumen tersebut terutama didorong oleh persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini yang terus membaik.

Pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta, Kamis (28/11/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2026 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang tercatat sebesar 115,9, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 115,1," ujar Ramdan dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Berdasarkan pengeluaran, penurunan IKK Februari terjadi di sebagian besar kelompok yaitu kurang Rp 5 juta (dari 134,3 menjadi 129,2); Rp 2,1—3 juta (dari 121,2 menjadi 120,7); dan Rp 1—2 juta (dari 118,8 menjadi 113,3). Sebaliknya, kelompok pengeluaran Rp 4,1—5 juta (dari 124,2 menjadi 125,5) dan Rp 3,1—4 juta (dari 120,7 menjadi 122,6) mengalami peningkatan.

Berdasarkan usia, IKK menurun di hampir pada seluruh kelompok dengan penurunan tertinggi yaitu 41—50 tahun (dari 125,8 ke 120,2). Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di sejumlah kota yang disurvei, terutama di Surabaya, Banjarmasin, dan Padang.

Sementara itu, kondisi ekonomi saat ini yang membaik, ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi ke depan juga masih berada di zona optimistis. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tercatat 134,4 pada Februari 2026. Meski demikian, angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 138,8.

Menurut Ramdan, penurunan tipis pada indeks ekspektasi tidak mengubah gambaran umum bahwa konsumen tetap memiliki pandangan positif terhadap prospek ekonomi beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Keyakinan Konsumen Mulai Loyo, Dompet Kelas Menengah Mulai Teriak!

Bila dibandingkan dengan Januari 2026, IKK Februari 2026 relatif stabil di level optimistis. Pada Januari, keyakinan konsumen juga berada jauh di atas level 100 yang menandakan masyarakat masih percaya terhadap daya tahan ekonomi domestik.

Kenaikan IKE dari 115,1 pada Januari menjadi 115,9 pada Februari menunjukkan persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini seperti pendapatan, ketersediaan lapangan kerja, dan daya beli cenderung membaik.

Di sisi lain, IEK mengalami moderasi dari 138,8 menjadi 134,4. Penurunan tersebut mencerminkan adanya sedikit penyesuaian ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, meskipun secara keseluruhan masih berada pada zona optimistis.

Sebagai informasi, level indeks di atas 100 menunjukkan konsumen optimistis, sedangkan di bawah 100 mencerminkan pesimisme terhadap kondisi ekonomi.

Hasil survei Februari 2026 tersebut mengindikasikan bahwa daya tahan konsumsi rumah tangga masih terjaga, sekaligus memberi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas ekonomi domestik pada awal tahun.

Load More