- IKK Februari turun ke 125,2; sinyal daya beli masyarakat mulai melemah.
- Keyakinan warga usia 41-50 tahun anjlok, beban ekonomi kian terasa.
- Ekspektasi ekonomi masa depan merosot ke 134,4; warga mulai skeptis.
Suara.com - Kabar kurang sedap datang dari sektor konsumsi domestik. Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Februari 2026 mulai menunjukkan tanda-tanda kelesuan dengan penurunan sebesar 1,8 poin menjadi 125,2, dibandingkan bulan sebelumnya yang bertengger di level 127.
Meski otoritas moneter berdalih angka tersebut masih berada di zona optimistis (di atas 100), tren penurunan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, "rem" konsumsi justru ditarik oleh kelompok masyarakat dengan pengeluaran besar dan usia produktif.
Penurunan IKK kali ini menyisakan catatan merah pada struktur pengeluaran masyarakat. Kelompok kelas atas dengan pengeluaran di atas Rp5 juta mengalami kejatuhan paling dalam, dari 134,3 melorot ke 129,2.
Tak hanya itu, kelompok "wong cilik" dengan pengeluaran Rp1—2 juta juga ikut tergerus ke level 113,3. Kondisi ini diperparah dengan ambruknya keyakinan di segmen usia produktif 41—50 tahun yang merosot tajam dari 125,8 ke 120,2.
Sinyal kewaspadaan makin menyala jika mengintip Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Masyarakat tampaknya mulai ragu menatap masa depan ekonomi enam bulan ke depan. IEK tercatat mengalami moderasi alias penurunan dari 138,8 pada Januari menjadi 134,4 pada Februari 2026.
Meskipun Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengklaim penurunan ini hanya "tipis" dan tidak mengubah gambaran umum, realitanya ekspektasi masyarakat terhadap prospek ekonomi justru sedang mendingin.
"Penurunan tersebut mencerminkan adanya sedikit penyesuaian ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan," tulis laporan tersebut, Senin (9/3/2026).
Jika tren penurunan ini terus berlanjut tanpa intervensi kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin roda ekonomi domestik yang selama ini ditopang konsumsi rumah tangga bakal melambat lebih cepat dari perkiraan.
Baca Juga: Lebaran, Tradisi Baju Baru dan Tekanan Sosial Kelas Menengah
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
- Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Pilihan
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
Terkini
-
IHSG Terus Meluncur ke Level 7.337, 744 Saham Loyo
-
Harga Minyak Tembus 100 dolar AS per Barrel, Harga BBM Bakal Naik?
-
Flash Sale Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sore Ini, Bisa Lewat Aplikasi Apa?
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Cara Bayar Zakat Fitrah 2026: Besaran, Waktu, dan Panduan Lengkapnya
-
Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran
-
Survei Jakpat: Masyarakat Alokasikan Budget Khusus Hampers, GoSend Tawarkan Layanan Instan Praktis
-
TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Masuk Fullerton Health
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Pekerja SPBU Terpapar Uap Berbahaya Tapi Upah Masih di Bawah UMP