Ilustrasi ketegangan geopolitik antara Iran - Amerika Serikat dan Israel. (Chatgpt)
Baca 10 detik
- Ketegangan geopolitik Iran, AS, dan Israel berpotensi mengganggu sektor ritel Indonesia melalui kenaikan harga barang impor.
- Kekhawatiran utama pelaku usaha adalah menguatnya dolar AS serta melonjaknya biaya logistik internasional akibat konflik.
- Dampak ekonomi dikhawatirkan terjadi dalam jangka panjang jika eskalasi militer di Timur Tengah tersebut terus berlanjut.
"Nah kita harapkan secepatnya selesai lah ini, jangan terlalu lama," pungkasnya.
Diketahu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) mengalami tekanan hebat pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026).
Mata uang Garuda sempat terjungkal ke level psikologis baru di angka Rp17.010 per dolar AS, melemah 0,5 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Meski sempat melakukan perlawanan dan menguat tipis ke posisi Rp16.950 pada siang hari, posisi rupiah dinilai masih sangat rentan.
Sentimen negatif utama bersumber dari eskalasi militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Konflik ini telah melumpuhkan jalur logistik energi global dan memicu lonjakan harga minyak mentah.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja