- Rupiah menguat 0,01 persen pada Rabu (11/3/2026), dibuka di Rp16.863 per dolar AS.
- Penguatan rupiah dipicu pasokan minyak aman di Selat Hormuz dan potensi penurunan harga minyak.
- Perang antara Iran, Amerika, dan Israel diprediksi masih membebani pelemahan rupiah ke depan.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada pembukaan hari ini. Kondisi ini membuat mata uang Garuda terus bangkit setelah beberapa waktu lalu melemah terus.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (11/3/2026) dibuka ke level Rp16.863 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,01 persen dibanding penutupan pada Selasa (10/3/2026) yang berada di level Rp16.863 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.879 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan pasokan cadangan minyak yang aman di Selat Hormuz.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan yang cukup besar pada harga minyak," katanya saat dihubungi Suara.com.
Namun, rupiah masih diprediksi akan melemah dikarenakan perang antara Iran vs Amerika dan Israel yang masih terjadi.
"Namun perang AS-Israel-Iran yang masih intense masih akan terus membebani rupiah. Range 16.800-16.950," jelasnya.
Sementara itu, mata uang di Asia bervariasi dengan dolar Singapura menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah menanjak 0,08 persen.
Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,17 persen. Lalu ada, yen Jepang yang tertekan 0,13 persen dan baht Thailand terdepresiasi 0,12 persen. Lalu ada ringgit Malaysia yang tergelincir 0,09 persen.
Kemudian ada peso Filipina yang turun 0,03 persen dan dolar Hongkong melemah tipis 0,004 persen pada pagi ini.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Berita Terkait
-
Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD
-
Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS
-
Rupiah Berpotensi Anjlok dan Ancaman Krisis Energi Indonesia Imbas Perang Iran
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Percakapan Lodewyk Pusung dengan Istri jadi Bukti Kasus Korupsi MBG
-
Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut
-
Membaca Es Krim Pertamaku: Luka Batin Tak Selalu Sembuh oleh Waktu
-
Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
-
BTN Siap Perkuat Kemitraan Strategis, Dukung Maluku Utara Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
-
6 Rekomendasi HP 5G Murah di Bawah Rp 4 Juta, Gaming dan Multitasking Lancar
-
Sosiolog UGM: Aksi Main Hakim Sendiri Cermin Brutalitas Elite dan Krisis Hukum
-
Apple Rilis Update iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 untuk Tambal Celah Keamanan
-
Ditinggal Pergi Selamanya, Amanda Seyfried Kenang Momen Bersama Anabul
-
Bukan Koperasi Biasa, Kopdes Infrastruktur Pemerintah untuk Salurkan Bantuan