- Rupiah ditutup melemah signifikan menjadi Rp 16.868 per dolar AS, turun 0,48 persen dari posisi Jumat, 27 Februari 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen global berupa perang Timur Tengah serta data inflasi domestik yang beragam.
- Mayoritas mata uang Asia turut melemah terhadap dolar AS, kecuali dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,02 persen.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah ditutup melemah sangat dalam. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup Rp 16.868 per dolar Amerika Serikat (AS).
Rupiah pun melemah 0,48 persen dibanding penutupan pada Jumat (27/2/2026) yang berada di level Rp 16.787 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.848 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dikarenakan pengaruh sentimen perang yang memanas di Timur Tengah.
"Rupiah, mata uang regional maupun utama melemah cukup besar terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off yang dipicu eskalasi perang di Timur Tengah," ujarnya saat dihubungi Suara.com.
Sentimen domestik juga memengaruhi rupiah. Salah satunya data inflasi juga memberikan sinyal buruk pada mata uang Garuda.
"Data ekonomi domestik yang dirilis tadi pagi memberikan sinyal yang beragam namun tidak terlalu berdampak pada rupiah yang sangat tertekan, intervensi BI diperlukan cukup besar menahan perlemahan yang lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, mata uang Asia mengikuti jejak rupiah yang melemah. Hal itu terjadi pada won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 1,51 persen, Disusul, baht Thailand yang ambles 1,35 persen.
Selanjutnya ada peso Filipina yang ditutup terjun bebas 0,9 persen dan ringgit Malaysia ambruk 0,89 persen. Lalu ada yen Jepang yang tertekan 0,69 persen.
Baca Juga: Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS
Berikutnya, dolar Taiwan yang sudah ditutup turun 0,62 persen serta dolar Singapura yang juga terdepresiasi 0,61 persen. Diikuti, rupee India tergelincir 0,53 persen.
Kemudian ada yuan China yang melemah 0,33 persen terhadap the greenback pada soe ini. Sedangkan, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik tipis 0,02 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL