- Menteri Keuangan mengklaim inflasi terkendali jelang Lebaran dengan angka Februari 2026 mencapai 4,76 persen year on year.
- Tekanan inflasi temporer disebabkan *low base effect* diskon listrik, inflasi inti naik karena harga emas dan permintaan Ramadan.
- Inflasi pangan naik 4,64 persen akibat cuaca dan permintaan Ramadhan, pemerintah menjaga daya beli melalui APBN.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau inflasi tetap terkendali jelang Lebaran. Per Februari 2026, kenaikan inflasi Februari 2026 mencapai 4,76 persen dari tahun sebelumnya alias year on year (yoy).
"Inflasi tetap terkendali menjelang Idulfitri. Kenaikan inflasi Februari 2026 mencapai 4,76 persen year on year," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Menkeu Purbaya menerangkan kalau tekanan inflasi Februari 2026 bersifat temporer akibat low base effect dari diskon listrik pada awal 2025. Tanpa pengaruh diskon listrik, inflasi Februari diperkirakan hanya 2,59 persen.
Ia memaparkan, inflasi inti menyumbang sekitar 65 persen terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 2,63 persen. Inflasi inti naik didorong kenaikan harga emas dan penguatan permintaan selama Ramadan.
Adapun inflasi inti non emas mencapai 14 persen. Purbaya yakin kalau ekonomi Indonesia masih belum kepanasan.
"Ini kenapa angka inflasi ini penting, karena orang di luar sering melihat yang angka 4,76 persen tadi dan mereka mulai menunjuk bahwa ekonomi Indonesia kepanasan, harus diperlambat, padahal kita baru mulai tumbuh lebih cepat," paparnya.
Dengan laju inflasi 2,59 persen tanpa pengaruh diskon listrik, Purbaya mengklaim masih ada ruang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa harus memicu inflasi.
"Kalau angka yang sebetulnya tadi saya bilang 2,59, kita masih di target, di bawah target, dan artinya uang bagi ekonomi untuk tumbuh lebih cepat terbuka lebar tanpa harus memicu inflasi. Jadi kita tumbuhnya belum terlalu cepat dan belum kepanasan," lanjutnya.
Kemudian inflasi volatile food (pangan) yang berkontribusi 15,8 persen naik mencapai 4,64 persen. Ini dikarenakan faktor cuaca dan kenaikan permintaan komoditas selama Ramadhan seperti daging ayam, ikan segar, dan cabai, meskipun masih di bawah 5 persen.
Sedangkan inflasi administered price atau harga yang diatur pemerintah, dengan kontribusi 19,2 persen naik sebesar 12,66 persen. Purbaya menyebut kenaikan ini karena efek basis rendah tarif listrik dan diperkirakan mulai mereda pada Maret 2026.
"Secara keseluruhan dampak kenaikan harga komoditas termasuk minyak mentah akan tetap dikeluarkan oleh pemerintah melalui peran APBN sebagai shock absorber sehingga daya beli terjaga dan stabilitas fiskal tetap terpelihara," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Rupiah Jeblok, Netizen Desak Tunda Makan Gratis dan Proyek Mercusuar
-
Menkeu Pubaya Bongkar Alasan Nilai Tukar Rupiah Anjlok Parah
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru
-
Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja
-
Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung
-
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!
-
Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter