- Pasar properti residensial nasional stabil hingga akhir 2025, ditandai kenaikan harga rumah nasional hanya 0,4% menurut PHSI Q4 2025.
- Segmen rumah kecil menopang pasar dengan kenaikan harga 0,8% tahunan, sementara rumah besar mengalami koreksi harga hingga turun 0,9%.
- Pasar sewa rumah menunjukkan peningkatan kuartalan 0,6% didorong profesional yang beralih dari pembelian ke sewa di area perkotaan.
Suara.com - Pasar properti residensial nasional tercatat masih bergerak stabil hingga akhir 2025 di tengah penyesuaian daya beli masyarakat. Kenaikan harga rumah secara nasional tercatat relatif terbatas, menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian antara permintaan, daya beli, dan dinamika ekonomi.
Berdasarkan temuan Pinhome Home Sell Index (PHSI) kuartal IV 2025, indeks harga jual rumah nasional hanya naik 0,4 persen dibanding kuartal III 2025. Secara tahunan, kenaikan harga rumah juga berada di level yang sama, yakni 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan yang terbatas ini menunjukkan kondisi pasar yang relatif seimbang, dengan permintaan hunian masih terjaga terutama pada segmen rumah kecil dan menengah.
Secara tahunan, rumah berukuran kecil menjadi penopang utama pasar properti dengan pertumbuhan harga mencapai 0,8 persen. Sementara itu rumah tipe 55–120 meter persegi naik 0,5 persen dan rumah tipe 121–200 meter persegi meningkat 0,3 persen.
Sebaliknya, rumah berukuran besar justru mengalami koreksi harga. Rumah tipe di atas 201 meter persegi tercatat turun sekitar 0,9 persen.
“Segmen menengah dan kecil tetap jadi favorit masyarakat, sementara rumah besar mengalami penurunan yang berkaitan dengan kecenderungan konsumen menunda pembelian atau beralih ke opsi sewa di kota Inti, serta peningkatan inventori di beberapa wilayah komuter,” jelas CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Pergerakan harga properti juga terlihat bervariasi di sejumlah wilayah Jakarta dan daerah penyangga. Di Jakarta Utara, misalnya, rumah tipe 55–120 meter persegi turun sekitar 5 persen di Tanjung Priok, sementara tipe 121–200 meter persegi turun sekitar 3 persen di Tanjung Priok dan Cilincing.
Namun pada segmen rumah kecil di wilayah yang sama, harga justru naik sekitar 3 persen yang menunjukkan ketahanan permintaan pada segmen hunian terjangkau.
Di Jakarta Barat, rumah tipe kecil di kawasan Kembangan tercatat naik sekitar 3 persen karena harga yang lebih kompetitif. Sementara rumah tipe 121–200 meter persegi di Kalideres tumbuh sekitar 2 persen didorong konektivitas transportasi dan kedekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Gen Z Ingin Punya Rumah Impian Sendiri, Gimana Caranya?
Di wilayah Bodetabek dan Banten, pergerakan harga juga cenderung selektif. Rumah tipe besar di Kota Bogor tercatat naik sekitar 3 persen, sementara di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi mengalami koreksi akibat meningkatnya inventori rumah yang dijual pada paruh kedua 2025.
Di sejumlah daerah lain, kondisi pasar hunian juga menunjukkan variasi. Di Denpasar, Bali, rumah tipe 121–200 meter persegi naik sekitar 2 persen didukung aktivitas ekonomi dan pariwisata yang tetap tinggi.
Sementara itu di Sumatera, pasar properti di Palembang menunjukkan kenaikan harga rumah kecil sekitar 3 persen dan rumah tipe menengah naik sekitar 2 persen.
Di Pekanbaru, rumah tipe 55–120 meter persegi tumbuh sekitar 3 persen seiring pemulihan aktivitas ekonomi setelah periode cuaca ekstrem.
Selain pasar pembelian rumah, pasar sewa juga mulai menunjukkan peran yang semakin kuat. Data Pinhome Home Rental Index (PHRI) mencatat harga sewa rumah nasional pada kuartal IV 2025 naik sekitar 0,6 persen dibanding kuartal sebelumnya, meskipun secara tahunan masih turun sekitar 1 persen.
Kenaikan harga sewa secara kuartalan terjadi di seluruh segmen rumah. Rumah tipe kecil naik sekitar 0,4 persen, tipe 55–120 meter persegi naik 0,1 persen, sementara tipe menengah hingga besar masing-masing meningkat sekitar 0,5 persen.
Berita Terkait
-
Paris Hilton Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran, Harganya Rp 145 Miliar
-
Jepang Mau Bikin Rumah di Bulan, Kira-kira Berapa Harga Tanahnya?
-
5 Rumah Termahal di Dunia, Harganya Bikin Kaget
-
Harga Rumah Tipe 54 Naik di Jakarta Selatan dan Kabupaten Bekasi Naik Tinggi di Kuartal I/2024
-
Harga Rumah dan Emas Picu Inflasi Naik Januari 2024
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta
-
Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam
-
Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas
-
Larangan Total Vape Dinilai Berisiko Ganggu Iklim Investasi
-
Target Harga Saham BCA Berubah Jadi Segini
-
Bukan Energi Listrik Saja, Ini Cara Pertamina Dorong Pemanfaatan Panas Bumi untuk Ekonomi Rakyat