Bisnis / Ekopol
Kamis, 12 Maret 2026 | 08:58 WIB
Donald Trump. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Presiden Trump mengklaim kemenangan AS atas Iran pada rapat di Kentucky, Rabu (11/3), meski Iran menyerang Israel dan Qatar.
  • Klaim Trump ini kontras dengan laporan resmi AS sebelumnya yang hanya menyebut "penurunan signifikan" kemampuan nuklir Iran.
  • Politisi Republik menunjukkan perpecahan internal, sementara publik Amerika menolak keras kampanye militer di Timur Tengah tersebut.

Hingga kini, konflik tersebut telah merenggut nyawa delapan anggota layanan AS dan menyebabkan sedikitnya 140 tentara lainnya terluka.

Di sisi lain, meski agenda resmi acara di Kentucky adalah "pembahasan mengenai ekonomi", Trump menggunakan panggung tersebut untuk menyerang musuh politiknya di Kongres, Perwakilan Thomas Massie, sekaligus mempromosikan penantang pilihannya, Ed Gallrein, menjelang pemilihan paruh waktu mendatang.

Load More