Bisnis / Keuangan
Minggu, 26 April 2026 | 15:41 WIB
Permata Bank
Baca 10 detik
  • PT Bank Permata Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp920 miliar atau naik 16,6 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
  • Pertumbuhan kinerja didorong oleh ekspansi kredit korporasi sebesar Rp98,2 triliun serta peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 11,9 persen secara tahunan.
  • Perseroan berhasil menjaga stabilitas likuiditas dan rasio kecukupan modal yang solid melalui sinergi strategis bersama pihak Bangkok Bank.

Suara.com - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengawali tahun 2026 dengan performa keuangan yang positif. Hingga akhir Maret 2026, bank yang berafiliasi dengan Bangkok Bank ini sukses meraup laba bersih sebesar Rp920 miliar, atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,6 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11,9 persen serta ekspansi kredit yang tumbuh 2,8 persen secara tahunan menjadi Rp161 triliun.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan perusahaan dalam menjalankan rencana bisnis di tengah dinamika pasar.

“Didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat, kami terus menjaga kinerja bank sekaligus mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” jelas Meliza melalui siaran pers resmi di Jakarta, Selasa (26/4/2026).

Hingga penutupan kuartal pertama tahun ini, struktur penyaluran kredit Permata Bank masih didominasi oleh sektor produktif. Segmen korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,5 persen menjadi Rp98,2 triliun.

Selain itu, segmen komersial juga turut memberikan kontribusi dengan kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi Rp19,7 triliun.

Keberhasilan ini didukung oleh strategi regional melalui sinergi dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali. Kerja sama tersebut dinilai memperkuat konektivitas regional serta kredibilitas Permata Bank di pasar internasional, seraya tetap fokus pada penguatan pasar domestik.

Likuiditas Sehat dan Struktur Dana Murah

Dari sisi neraca, Permata Bank menunjukkan stabilitas likuiditas yang cukup prima:

Baca Juga: BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026

  • Loan-to-Deposit Ratio (LDR): Berada pada level optimal 87,1 persen.
  • Rasio CASA (Dana Murah): Meningkat menjadi 65,5 persen, mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dana.
  • Liquidity Coverage Ratio (LCR): Tercatat sebesar 267,4 persen, jauh melampaui ketentuan minimum regulator yang sebesar 100 persen.

Manajemen Permata Bank secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit. Hal ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross yang terjaga di level 2,2 persen.

Sebagai langkah mitigasi risiko, perseroan telah membentuk pencadangan yang sangat kuat dengan NPL Coverage mencapai 355,7 persen.

Selain itu, Permata Bank mencatatkan diri sebagai salah satu bank dengan permodalan paling solid di kelasnya. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 33,9 persen. 

Load More