- PT Bank Permata Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp920 miliar atau naik 16,6 persen pada kuartal pertama tahun 2026.
- Pertumbuhan kinerja didorong oleh ekspansi kredit korporasi sebesar Rp98,2 triliun serta peningkatan pendapatan non-bunga sebesar 11,9 persen secara tahunan.
- Perseroan berhasil menjaga stabilitas likuiditas dan rasio kecukupan modal yang solid melalui sinergi strategis bersama pihak Bangkok Bank.
Suara.com - PT Bank Permata Tbk (BNLI) mengawali tahun 2026 dengan performa keuangan yang positif. Hingga akhir Maret 2026, bank yang berafiliasi dengan Bangkok Bank ini sukses meraup laba bersih sebesar Rp920 miliar, atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 16,6 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11,9 persen serta ekspansi kredit yang tumbuh 2,8 persen secara tahunan menjadi Rp161 triliun.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan perusahaan dalam menjalankan rencana bisnis di tengah dinamika pasar.
“Didukung oleh permodalan dan likuiditas yang kuat, kami terus menjaga kinerja bank sekaligus mendukung kebutuhan nasabah dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” jelas Meliza melalui siaran pers resmi di Jakarta, Selasa (26/4/2026).
Hingga penutupan kuartal pertama tahun ini, struktur penyaluran kredit Permata Bank masih didominasi oleh sektor produktif. Segmen korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,5 persen menjadi Rp98,2 triliun.
Selain itu, segmen komersial juga turut memberikan kontribusi dengan kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi Rp19,7 triliun.
Keberhasilan ini didukung oleh strategi regional melalui sinergi dengan Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali. Kerja sama tersebut dinilai memperkuat konektivitas regional serta kredibilitas Permata Bank di pasar internasional, seraya tetap fokus pada penguatan pasar domestik.
Likuiditas Sehat dan Struktur Dana Murah
Dari sisi neraca, Permata Bank menunjukkan stabilitas likuiditas yang cukup prima:
Baca Juga: BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026
- Loan-to-Deposit Ratio (LDR): Berada pada level optimal 87,1 persen.
- Rasio CASA (Dana Murah): Meningkat menjadi 65,5 persen, mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dana.
- Liquidity Coverage Ratio (LCR): Tercatat sebesar 267,4 persen, jauh melampaui ketentuan minimum regulator yang sebesar 100 persen.
Manajemen Permata Bank secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit. Hal ini terlihat dari rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross yang terjaga di level 2,2 persen.
Sebagai langkah mitigasi risiko, perseroan telah membentuk pencadangan yang sangat kuat dengan NPL Coverage mencapai 355,7 persen.
Selain itu, Permata Bank mencatatkan diri sebagai salah satu bank dengan permodalan paling solid di kelasnya. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 33,9 persen.
Berita Terkait
-
BTN Tak Bagikan Dividen, Laba Bersih Ditahan untuk Perkuat Modal
-
Bank Jago Raup Laba Rp86 Miliar di Kuartal I 2026, Naik 42%
-
BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026
-
Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026
-
Laba Bank Mandiri Tumbuh 16,5 Persen, Tembus Rp15,4 Triliun
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
7 HP Murah Baterai Besar Fast Charging, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Sailun Tekan Biaya Operasional Sektor Pertanian Indonesia Lewat Ban MAXAM
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut