-
Iran mengancam serang kapal AS-Israel dan menutup akses minyak di Selat Hormuz sepenuhnya.
-
Syarat melintas adalah negara terkait harus mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel.
-
Harga minyak dunia melonjak hingga US$119 per barel akibat blokade distribusi energi tersebut.
Suara.com - Ketegangan di jalur perairan paling strategis dunia, Selat Hormuz kini memasuki babak baru yang sangat mengkhawatirkan bagi stabilitas global.
Pihak militer Iran secara terbuka menyatakan bahwa armada laut milik Amerika Serikat dan Israel kini masuk dalam radar serangan.
Kebijakan tegas ini diambil sebagai respon langsung terhadap situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah belakangan ini.
Komando operasional militer Iran mengidentifikasi setiap aset logistik milik musuh sebagai sasaran yang punya nilai tempur tinggi.
"Kapal mana pun yang muatan minyaknya atau kapal itu sendiri milik Amerika Serikat, rezim Zionis, atau sekutu mereka, akan dianggap sebagai sasaran yang sah," kata komando operasional militer Iran, Khatam Al-Anbiya.
Pihak otoritas keamanan Teheran menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi pergerakan komoditas energi lawan.
Mereka berkomitmen untuk menjaga kedaulatan wilayah perairan tersebut dari campur tangan kekuatan asing yang dianggap mengancam.
Dalam pernyataan itu, Iran menegaskan kembali bahwa angkatan bersenjatanya "tidak akan membiarkan satu liter pun minyak" melewati Selat Hormuz.
Langkah ini diprediksi akan mengganggu rantai pasok energi internasional secara masif dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
Dunia kini menyoroti bagaimana kemampuan militer Iran dalam merealisasikan ancaman penutupan jalur distribusi minyak paling vital itu.
Sebelumnya, pihak Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC telah merilis daftar persyaratan bagi navigasi internasional.
Setiap negara yang menginginkan jaminan keselamatan bagi kapal tangkernya wajib memenuhi tuntutan politik yang diajukan oleh Teheran.
IRGC mengatakan kapal-kapal tanker itu bisa melintas jika duta besar Israel dan AS diusir dari negara-negara mereka.
Tuntutan ini menempatkan banyak negara di posisi sulit antara kepentingan ekonomi dan hubungan diplomatik luar negeri mereka.
Iran menggunakan pengaruh geografisnya sebagai alat tawar menawar politik dalam menghadapi tekanan dari blok barat dan sekutunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!