Bisnis / Makro
Minggu, 26 April 2026 | 17:05 WIB
Ilustrasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto Gemini AI.
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi krisis minyak dunia akibat konflik global.
  • Presiden Prabowo Subianto telah melaksanakan reformasi kebijakan ekonomi sejak September 2025 untuk memperkuat ketahanan finansial negara saat ini.
  • Pemerintah berhasil meningkatkan pendapatan negara sebesar 20 persen melalui optimalisasi pajak serta efisiensi anggaran Kementerian dan Lembaga.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau Indonesia masih kuat di tengah krisis minyak dunia buntut perang Amerika Serikat vs Iran. Ia lalu membongkar rahasia kekuatan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Menkeu Purbaya mengklaim kalau Indonesia bisa kuat lantaran Presiden RI Prabowo Subianto sudah melakukan reformasi kebijakan ekonomi sejak September 2025 lalu, bertepatan dengan pergantian jabatan antara Sri Mulyani dan Purbaya.

"Jadi rahasia kekuatan Indonesia, kenapa bisa tahan dalam keadaan yang tidak pasti ini, karena kita sudah lakukan reformasi sebelum krisis minyak dunia ini datang. Pak Prabowo sudah buat reformasi kebijakan ekonominya kan. Dia perkuat kemarin di September tahun lalu," katanya dalam media briefing, dikutip Jumat (26/4/2026).

Ia juga mengungkapkan kalau Pemerintah sudah memperbaiki pemasukan negara dari internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), baik itu dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) maupun Direktorat Jenderal dan Bea Cukai (DJBC).

Bahkan dalam kebijakan baru ini, Purbaya mengklaim sudah berani memangkas anggaran dari Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang selama ini tidak pernah dipotong.

"Walaupun ada sedikit bocor ya. Itu bocor. Mereka memanipulasi sistem, tapi kita betulin terus," lanjutnya.

Bendahara Negara mengakui kalau ada anggaran K/L yang sebenarnya sudah ditolak dalam rapat internal Kemenkeu, tapi masih bisa lolos karena sistemnya belum sempurna.

Berkat hal ini, Purbaya percaya diri memamerkan kondisi ekonomi RI ke para investor global, International Monetary Fund (IMF), hingga World Bank atau Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

"Jadi kuncinya saya bilang, kita sudah lakukan reformasi sebelum krisis ini datang. Saya ceritakan kebijakan Pak Prabowo seperti apa, dan reformasi setelah itu termasuk Pajak. Sehingga income kita di tiga bulan pertama naik 20 persen dibanding tahun lalu. Jadi kita bisa tahan mengalokasi sebagian dana untuk menambah subsidi APBN. Tanpa mengganggu terlalu signifikan program-program pembangunan yang lain," pungkas Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!

Load More