- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan ekonomi Indonesia tetap kuat menghadapi krisis minyak dunia akibat konflik global.
- Presiden Prabowo Subianto telah melaksanakan reformasi kebijakan ekonomi sejak September 2025 untuk memperkuat ketahanan finansial negara saat ini.
- Pemerintah berhasil meningkatkan pendapatan negara sebesar 20 persen melalui optimalisasi pajak serta efisiensi anggaran Kementerian dan Lembaga.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau Indonesia masih kuat di tengah krisis minyak dunia buntut perang Amerika Serikat vs Iran. Ia lalu membongkar rahasia kekuatan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Menkeu Purbaya mengklaim kalau Indonesia bisa kuat lantaran Presiden RI Prabowo Subianto sudah melakukan reformasi kebijakan ekonomi sejak September 2025 lalu, bertepatan dengan pergantian jabatan antara Sri Mulyani dan Purbaya.
"Jadi rahasia kekuatan Indonesia, kenapa bisa tahan dalam keadaan yang tidak pasti ini, karena kita sudah lakukan reformasi sebelum krisis minyak dunia ini datang. Pak Prabowo sudah buat reformasi kebijakan ekonominya kan. Dia perkuat kemarin di September tahun lalu," katanya dalam media briefing, dikutip Jumat (26/4/2026).
Ia juga mengungkapkan kalau Pemerintah sudah memperbaiki pemasukan negara dari internal Kementerian Keuangan (Kemenkeu), baik itu dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) maupun Direktorat Jenderal dan Bea Cukai (DJBC).
Bahkan dalam kebijakan baru ini, Purbaya mengklaim sudah berani memangkas anggaran dari Kementerian/Lembaga (K/L) lain yang selama ini tidak pernah dipotong.
"Walaupun ada sedikit bocor ya. Itu bocor. Mereka memanipulasi sistem, tapi kita betulin terus," lanjutnya.
Bendahara Negara mengakui kalau ada anggaran K/L yang sebenarnya sudah ditolak dalam rapat internal Kemenkeu, tapi masih bisa lolos karena sistemnya belum sempurna.
Berkat hal ini, Purbaya percaya diri memamerkan kondisi ekonomi RI ke para investor global, International Monetary Fund (IMF), hingga World Bank atau Bank Dunia saat melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat beberapa waktu lalu.
"Jadi kuncinya saya bilang, kita sudah lakukan reformasi sebelum krisis ini datang. Saya ceritakan kebijakan Pak Prabowo seperti apa, dan reformasi setelah itu termasuk Pajak. Sehingga income kita di tiga bulan pertama naik 20 persen dibanding tahun lalu. Jadi kita bisa tahan mengalokasi sebagian dana untuk menambah subsidi APBN. Tanpa mengganggu terlalu signifikan program-program pembangunan yang lain," pungkas Purbaya.
Baca Juga: Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
Berita Terkait
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan
-
Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak
-
Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jurus Bos BI Jaga Stabilitas Ekonomi RI
-
Tarik Ulur Larangan Vape, Industri dan Pekerja Was-was
-
Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan
-
Purbaya Bantah Dana SAL Milik Pemerintah Sisa Rp 120 Triliun: Uang Kita Masih Banyak!
-
Purbaya Klarifikasi Tarik Pajak Selat Malaka: Saya Tahu Betul Peraturannya
-
Mandalika Racing Series 2026 Resmi Digelar, Pertamina Perkuat Pembinaan Pembalap Muda Indonesia
-
BNLI Bukukan Laba Bersih Rp920 Miliar pada Kuartal I 2026, Cek Likuiditasnya
-
AI Generatif Tingkatkan Proyeksi Karir dan Kinerja Developer Hingga dari 50 Persen
-
OJK Klaim Perbankan Kebal Guncangan: Kokoh di Atas Kertas, Waspada di Lapangan
-
Purbaya Ngotot Kejar Perusahaan Baja China Pengemplang Pajak