Bisnis / Inspiratif
Selasa, 03 Maret 2026 | 17:00 WIB
Program Cici Rosa menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, namun kesempatan memperluas peluang ekonomi (Dok: PNM)

Suara.com - Bulan Ramadan selalu membawa peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Kebiasaan ini tidak lagi sekadar rutinitas musiman, tetapi telah menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Berbagai survei perilaku konsumen menunjukkan lonjakan belanja makanan dan minuman selama Ramadan, khususnya pada sore hari, sehingga membuka peluang besar bagi pelaku usaha ultra mikro di sektor kuliner.

Memanfaatkan momentum ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menyelenggarakan program Cici Rosa (Cicip-Cicip Produk Nasabah Mekaar) di berbagai cabang PNM di seluruh Indonesia. Program ini melibatkan ribuan nasabah binaan PNM Mekaar yang menjalankan usaha kuliner, mulai dari aneka camilan, gorengan, es tradisional, ayam geprek, gado-gado, hingga berbagai menu khas berbuka puasa.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak sore hari. Area bazar Cici Rosa dipadati pengunjung yang datang untuk membeli takjil sekaligus mendukung produk lokal hasil karya perempuan prasejahtera binaan PNM. Selain menjadi tempat transaksi, kegiatan ini juga menghadirkan ruang interaksi yang hangat antara pelaku usaha dan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menjelaskan bahwa Cici Rosa adalah wadah yang disiapkan untuk membantu nasabah kuliner memperluas pemasaran produk mereka.

“Melalui Cici Rosa, kami menyediakan ruang yang nyaman bagi ibu-ibu nasabah untuk menjual produknya. Tidak hanya menghadirkan lokasi berjualan, PNM juga membantu mempromosikan produk agar semakin dikenal masyarakat. Kami berharap penjualan meningkat dan usaha mereka dapat terus berkembang,” ujar Dodot.

Program Cici Rosa menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga kesempatan memperluas peluang ekonomi. Melalui akses pasar yang lebih luas, PNM mendorong perempuan prasejahtera agar produknya semakin dikenal, omzet meningkat, dan ketahanan ekonomi keluarga semakin kuat. Semangat berbagi, tradisi kuliner, dan pemberdayaan usaha ultra mikro pun berpadu dalam satu momentum Ramadan yang penuh keberkahan.***

Load More