Bisnis / Makro
Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:46 WIB
Ilustrasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Palu. [Ist]
Baca 10 detik
  • Hingga 2025, total investasi KEK telah mencapai Rp336 triliun, menyerap 249 ribu orang tenaga kerja.
  • Realisasi investasi 25 KEK di 2025 mencapai Rp82,6 triliun, setara 98 persen dari target ditetapkan.
  • Wilayah KEK menarik investasi 77% lebih tinggi dan menciptakan lapangan kerja 4% lebih banyak dibanding non-KEK.

Suara.com - Pemerintah melaporkan kalau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah menyerap investasi Rp 336 triliun hingga tahun 2025. Sejak dibentuk tahun 2012, KEK juga mampu menyerap tenaga kerja 249 ribu orang.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang bercerita kalau dari total 25 KEK yang sudah ada, realisasi investasi di lokasi ini mencapai Rp 82,6 triliun untuk tahun 2025.

Angka ini setara dengan 98 persen dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja, 25 KEK telah menampung 88.591 orang sepanjang tahun 2025.

"Capaian ini menunjukkan bahwa KEK ini terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan investasi dan juga menciptakan lapangan kerja di tanah air," katanya dalam Media Gathering yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Mengutip riset LPEM FEB UI dan Prospera, Edwin menjelaskan kalau wilayah atau daerah yang memiliki KEK mampu menarik investasi lebih tinggi hingga 77 persen dibanding wilayah non KEK.

"Sebagai ilustrasinya, bila di suatu wilayah tanpa KEK ini mampu menarik investasi sebesar Rp 10 triliun rupiah, maka wilayah dengan KEK ini mampu menarik investasi sekitar Rp 17-18 triliun. Jadi dibandingkan dengan yang non KEK ini bisa lebih 77 persen," papar dia.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang saat Media Gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Selain itu, wilayah atau daerah yang memiliki KEK juga mampu menciptakan lapangan kerja 4 persen lebih banyak dibandingkan wilayah non KEK, serta menyerap tenaga kerja langsung 52 persen lebih besar dari proyek-proyek investasi yang ada di wilayah yang tak memiliki KEK.

"Apabila dalam proyek investasi di suatu wilayah yang tidak memiliki KEK ini bisa menyerap sekitar 10 ribu pekerja, maka di wilayah dengan KEK jumlah terlibat ini bisa mencapai sekitar 15 ribu orang," imbuhnya.

Lebih lanjut Edwin menyebut, KEK diproyeksikan sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Bangkitkan Bisnis UMKM Pascabanjir Aceh

"KEK tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tapi juga sebagai pusat investasi dan juga inovasi yang mendorong hilirisasi sumber daya alam, memperkuat daya saing ekspor, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di berbagai daerah," jelasnya.

Load More