- PT SMI meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS) sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Tahap II Tahun 2026.
- Dana dari instrumen ini ditargetkan Rp 300 miliar untuk membiayai proyek infrastruktur sosial dan lingkungan.
- Penerbitan ORIS menegaskan peran PT SMI sebagai DFI yang inklusif, didukung peringkat nasional idAAA dari Pefindo.
Suara.com - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS). Lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu menargetkan Rp 300 miliar dari instrumen investasi tersebut.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah menyatakan kalau instrumen ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.
Menurutnya, peluncuran ORIS mempertegas peran PT SMI sebagai Development Finance Institution (DFI) yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“ORIS merupakan manifestasi dari transformasi PT SMI sebagai DFI yang inklusif, di mana kami memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia," katanya dalam acara peluncuran yang digelar Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memiliki dampak positif terhadap sosial dan lingkungan, sesuai dengan Sustainable Funding Framework PT SMI.
Proyek-proyek tersebut mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih.
ORIS juga didukung oleh peringkat nasional idAAA dari Pefindo, yang menegaskan kredibilitas dan akuntabilitas instrumen ini dalam ekosistem pasar modal.
Sementara itu Direktur Manajemen Risiko PT SMI, Pradana Murti menegaskan bahwa penerbitan ORIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat sebagai fondasi utama Perseroan.
“Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjangnya," beber dia.
Baca Juga: Kawasan Ekonomi Khusus Telah Serap Investasi Rp 336 Triliun dan 249 Ribu Tenaga Kerja
Direktur Operasional & Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti menambahkan bahwa melalui ORIS, masyarakat tidak hanya berinvestasi untuk dirinya sendiri, tetapi juga ikut berkontribusi pada pembangunan nasional mulai dari akses layanan dasar, konektivitas wilayah, hingga kualitas lingkungan yang lebih baik.
“Kami ingin menghadirkan instrumen yang bukan hanya rasional secara finansial, tetapi juga bermakna secara sosial. Ketika masyarakat berpartisipasi melalui ORIS, di situlah tumbuh rasa memiliki terhadap pembangunan yang diharapkan dapat memperkuat literasi dan kedewasaan investasi nasional,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Kawasan Ekonomi Khusus Telah Serap Investasi Rp 336 Triliun dan 249 Ribu Tenaga Kerja
-
Kelola Rp85 T Duit MBG, BGN dan Kementerian Purbaya Pantau Penggunaan Anggaran Secara Digital
-
Dapat THR Sebaiknya Investasi Apa? Ini 4 Pilihan yang Cocok
-
1 Tahun Danantara, Prabowo Pesan: Eling dan Waspada Kelola Kekayaan Negara!
-
Gaya Baru Mengelola Uang: Investasi Jangka Panjang Kian Diminati
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T
-
Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen
-
Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax
-
MBG Masuk Daerah 3T, PU Telah Bangun 22 SPPG
-
Tak Hanya untuk Investasi, Aset Kripto Bisa Penuhi Gaya Hidup
-
Kelola Transaksi, Begini Caranya Agar UMKM Bisa Pisahkan Dana Bisnis dan Pribadi
-
Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Imbau Masyarakat Sadar Tak Pindah
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah